Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Pasar Bandar Harga Minyak Masih Rp 20 ribu – Rp 22 ribu per Liter

adi nugroho • Jumat, 21 Januari 2022 | 17:13 WIB
di-pasar-bandar-harga-minyak-masih-rp-20-ribu-rp-22-ribu-per-liter
di-pasar-bandar-harga-minyak-masih-rp-20-ribu-rp-22-ribu-per-liter


KOTA, JP Radar Kediri – Kebijakan Pemerintah Pusat terkait harga minyak Rp 14 ribu per liter tak serta-merta menurunkan harga jual di pasaran. Terutama di pasar-pasar tradisional dan toko-toko di luar retail jaringan nasional. Seperti di Pasar Bandar Kota Kediri, di sini harga minyak masih bertahan di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per liter. Perbedaan itu bergantung mereknya.



Para pedagang punya alasan tak segera menjual minyak seperti yang ditetapkan pemerintah. Sebab, barang yang mereka jual saat ini adalah stok lama. Yang dikulak dengan harga mahal, Rp 18 ribu per liter. Mereka baru akan menjual sesuai harga baru bila nanti ada pengiriman yang sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.



“Pengiriman sudah kemarin, itupun hanya sedikit. Padahal, biasanya sampai sepuluh kardus, kemarin hanya lima kardus. Itupun harganya masih mahal,” aku Sri Musinem, 47, pedagang di Pasar Bandar.



Sri menegaskan, semua pedagang di Pasar Bandar masih menerapkan harga lama. Yang sesuai dengan harga kulakan. Mereka akan mematuhi ketentuan bila memang sudah disepakati dengan harga itu. “Itupun kalau dari pabrik harganya sudah turun,” kilahnya.



Salim Darmawan, kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mengatakan, Pemerintah Pusat menerapkan harga minyak goreng Rp 14 Ribu per liter sejak Rabu (19/1). Sebagai langkah menurunkan harga migor yang terus melambung sejak sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru).  “Semua merk harganya akan sama,” terangnya.



Namun, Salim juga menyadari bahwa pedagang, terutama di pasar-pasar tradisional perlu waktu untuk mengikuti ketentuan itu. Karena itu, pihaknya memberikan tenggat waktu bagi pedagang pasar tradisional untuk menghabiskan stok minyak goreng lamanya terlebih dahulu hingga satu minggu terhitung sejak Rabu (19/1) lalu. Selain itu, sosialisasi kepada para pedagang, pengelola pasar, distributor, hingga manajer pusat perbelanjaan juga langsung dilakukan.



Keadaan yang serupa juga terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Baik di pasar tradisional maupun toko kelontong masih menjual minyak dengan harga yang lama. Sebab, belum ada dropping migor harga Rp 14 ribu dari distributor.



“Memang masih tahapan sosialisasi, hingga ke pasar-pasar,” aku Plt Kepala Disdag Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih saat dikonfirmasi.



Menurut Tutik, Pemerintah Pusat juga masih memberi waktu bagi para pedagang untuk melakukan penyesuaian. Waktunya adalah satu minggu setelah penetapan harga baru. Untuk saat ini pemerintah masih memfokuskan pada toko ritel terlebih dulu. Khususnya yang berjaringan nasional. Sebab, lebih mudah untuk melakukan koordinasi.



Terkait dengan kebijakan tersebut, Disdag Kabupaten Kediri menggandeng distributor migor. Untuk mengecek ketersediaan dan pasokan minyak goreng di Kabupaten Kediri. “Harus dipastikan aman. Lalu juga ada instruksi agar tidak melakukan panic buying,” imbuh Tutik.



Sayangnya, Tutik mengakui sampai saat ini belum diberi mekanisme pengawasannya oleh Pemerintah Pusat. “Sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan terbaru dari Kementerian Perdagangan terkait masa pemberlakuan kebijakan minyak goreng satu harga ini,” imbuh perempuan yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri itu.



Kemarin pagi staf disdag, dan DKPP Kabupaten Kediri melakukan pengecekan harga di pasar, toko kelontong, dan ritel-ritel di Kabupaten Kediri. Untuk memastikan harga minyak goreng hingga ketersediaan masih terjamin. (ica/syi/fud)



 



Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #ekonomi #info kediri #masyarakat #info terkini #kediri lagi #berita kediri #minyak goreng