Gelar Aksi dengan Jual Sound System di Tepi Jalan

adi nugroho • Dipublikasikan Senin, 9 Agustus 2021 | 22:24 WIB
gelar-aksi-dengan-jual-sound-system-di-tepi-jalan
gelar-aksi-dengan-jual-sound-system-di-tepi-jalan



Larangan menggelar pesta pernikahan dan khitanan tidak hanya berpengaruh pada pengusaha dekor manten dan katering. Namun, perajin sound system juga terkena dampaknya. Akibatnya, sound system rakitan dijual dengan harga supermurah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Perajin sound system Supar, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk terlihat sedih kemarin. Orderan sound system di tempatnya sangat sepi. Bahkan, jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, kondisinya berbanding 180 derajat. "Suepiiiiiii," ujar Supar.


Pria asal Solo ini sampai geleng-geleng kepala melihat daftar nama pemesan yang biasanya sekitar 50 pemesan dalam sebulan, sekarang hanya ada beberapa orang. Padahal, Supar tidak sendirian dalam bekerja. Dia memiliki karyawan. Sebelum Covid-19 merajalela ada delapan karyawan. Namun, karena sepinya pesanan, Supar juga mengurangi karyawannya. "Sekarang hanya ada dua karyawan," ujarnya.


Sepinya pembeli dan pemesan sound system membuat Supar sempat menyampaikan uneg-unegnya lewat tulisan. Triplek bekas ditulisi dengan cat warna hitam dan sound system di belakangnya. Tulisan tersebut berbunyi 'Dijual untuk Angsuran Modal Usaha yang Tidak Bisa Ditunda". Tulisan ini sebagai salah satu bentuk protes dan keluhan yang dialami Supar. Namun, khawatir menjadi masalah kemarin tulisan itu dicopot. "Semoga saja pandemi Covid-19 berakhir sehingga pesta pernikahan dan khitanan bisa kembali dilaksanakan," harapnya.

Editor : adi nugroho
pandemi covid-19 ekonomi kabar nganjuk radar nganjuk