Tak hanya mengakses pinjaman bunga rendah, para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga berusaha mengakses bantuan produktif usaha mikro (BPUM) setelah usaha mereka terdampak pandemi Covid-19. Di Kabupaten Kediri total ada 2.846 warga yang mengajukan BPUM melalui formulir online.
Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) Kabupaten Kediri Ibnu Imad mengungkapkan, jumlah tersebut lebih tinggi dari pembukaan dua tahap sebelumnya di tahun 2021. “Dulu kalau tidak salah sebelumnya ada sekitar 3.000,” ujarnya sembari menyebut pengajuan BPUM tahap 3 baru akan ditutup Selasa (11/8) nanti.
Pengajuan form online menurut Ibnu ditetapkan untuk mengurangi kerumunan. Meski demikian, setelah itu mereka tetap harus mengajukan berkas ke diskopusmik. Pengiriman berkas bisa diwakilkan oleh koordinator masing-masing desa. Atau, dimasukkan ke drop box di diskopusmik.
Bagaimana dengan pencairannya? Ibnu menyebut pihaknya hanya berwenang mengirim berkas. Adapun pencairan sepenuhnya ditentukan oleh pusat. “Untuk lolos tidaknya tetap dari pusat nanti,” lanjutnya tentang bantuan Rp 1,2 juta tersebut.
Meski sudah ada ribuan yang mengajukan BPUM tahap 3, agaknya tidak sedikit pelaku UMKM yang belum mengetahui program tersebut. Seperti dikatakan oleh Bagus, 27. Pemilik warung kopi di Desa Bulu, Semen itu mengaku belum tahu adanya BPUM.
Dia pun berencana mengajukan bantuan hari ini. “Selama ini bertahan dengan pendapatan warung saja,” tutur pria berambut cepak itu sembari menyebut dia sudah menyiapkan berkas yang akan disetor ke diskopusmik.
Sementara itu, deflasi yang terjadi berturut-turut pada Juni dan Juli lalu di Kota Kediri diantisipasi oleh Pemkot Kediri. Terutama, agar kondisi tersebut tidak berdampak kepada perekonomian yang lebih luas. Termasuk kepada pelaku UMKM.
Caranya, dengan menggelontor anggaran program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) Plus. Bantuan senilai Rp 100 juta per RT ini akan disalurkan ke 1.478 RT. Sedikitnya ada dana Rp 147,8 miliar yang siap disalurkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit menyebut dana ratusan miliar itu bisa menggenjot daya beli masyarakat. “Sekarang pesiapan teknis masih penyusunan RAB (rencana anggaran biaya, Red),” katanya sembari menyebut belanja lewat Prodamas Plus bisa menambah penghasilan masyarakat Kota Kediri.
Upaya lain yang sudah dilakukan menurut Bagus adalah pinjaman untuk pengusaha mikro lewat dana bergulir. “Itu (pinjaman bergulir, Red) untuk membantu keuangan pengusaha mikro,” jelasnya sembari menyebut pemkot juga sudah menggelontor Kartu Sahabat untuk mengungkit daya beli masyarakat.
Dengan berbagai program tersebut, Bagus optimistis daya beli masyarakat naik. Pemkot menurutnya akan kembali fokus pada perekonomian setelah sektor kesehatan juga membaik. “Jika kesehatan sudah membaik, ekonominya bisa kita gas,” tandasnya. (syi/rq/ut)
Editor : adi nugroho