KOTA, JP Radar Kediri – Larangan mudik Lebaran berpengaruh pada transaksi jasa penukaran uang. Sejumlah penyedia jasanya di Kota Kediri mengeluhkan penurunan omzet karena sepi peminat.
Yusniar, 23, penyedia jasa tukar uang baru di Jl Jaksa Agung Suprapto, mengatakan, biasanya H-14 Idul Fitri masyarakat sudah antusias menukar uang. Biasanya pecahan Rp 2 ribu – Rp 5 ribu.
“Banyak warga yang keluarganya tidak mudik. Jadi tidak menyediakan uang baru untuk dibagikan pada anak-anak ketika silaturahmi,” terang perempuan yang sudah tiga tahun membuka jasa penukaran uang baru itu.
Yusniar mengaku, mengambil untung Rp 10 ribu tiap kelipatan Rp 100 ribu untuk jasa penukaran uang. Rata-rata omzetnya Rp 200 ribu per hari. Artinya yang menukar uang baru hanya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. “Padahal tahun lalu bisa Rp 600 ribu sehari. Yang menukar bisa sampai Rp 6 juta,” terangnya.
Hal serupa dirasakan Ide Bagus, penyedia jasa uang baru di Jl KDP Slamet. Dia buka lapak mulai pukul 07.00 hingga usai Tarawih. “Larangan mudik jelas mempengaruhi. Jika biasanya banyak pemudik melintas di sini, sekarang sepi,” ujar laki-laki yang sudah tujuh tahun menjalankan pekerjaan musiman ini. (ica/ndr)
Editor : adi nugroho