NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sepuluh hari lagi para petani cabai di Kecamatan Ngronggot akan memasuki masa panen. Sayangnya, tanaman yang berusia 70 hari itu kini mulai diserang lalat buah alias hama manyang. Akibatnya, cabai yang siap petik itu busuk dan tak layak dijual.
Salah satu tanaman cabai yang diserang lalat buah adalah milik Dwi Purnomo, 42. Petani asal Desa/Kecamatan Ngronggot itu mengaku sudah berusaha membasmi lalat buah dengan insektisida.
Tetapi, obat itu belum cukup untuk menaklukkan hama yang bentuknya menyerupai lalat itu. “Tetap saja banyak menyerang tanaman,” ujar Dwi.
Lebih jauh Dwi mengungkapkan, serangan lalat buah mulai marak sejak dua minggu lalu. Tidak hanya tanaman cabai besar yang diserang manyang itu. Melainkan cabai keriting dan cabai rawit juga tak luput.
Hama yang bisa terbang itu tak juga mati meski sudah diberi insektisida pada pagi, siang, dan sore hari. “Disemprot langsung pergi menghindar. Kami kewalahan,” keluhnya sembari menyebut serangan hama ini langsung membuat cabai busuk dan mengering.
Tak hanya masalah hama, Dwi juga mengeluhkan harga cabai yang sekarang sedang jeblok. Dengan harga di tingkat petani sebesar Rp 5 ribu per kilogram, menurut Dwi masih belum bisa menutupi biaya produksi yang mahal.
Dikatakan Dwi, petani baru bisa untung jika harga cabai minimal Rp 10 ribu per kilogramnya. Dia pun berharap harga cabai bisa kembali pulih. Sehingga, petani bisa meraup untung.
Menurut Dwi di desanya cukup banyak petani yang menanam cabai. Sedikitnya ada belasan hektare sawah yang ditanami cabai di musim kemarau seperti sekarang. “Kebutuhan airnya lebih sedikit. Jadi cocok,” terang pria asli Ngepung, Kabupaten Kediri ini.
Terpisah, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Agus Sulistyo mengakui jika hama manyang agak sulit dibasmi dengan insektisida biasa. Apalagi, hama ini memang bisa menghindar saat dilakukan penyemprotan. Berbeda dengan hama ulat yang tidak bisa mengelak bila disemprot.
Karena itu, yang dibutuhkan petani untuk membasmi hama manyang adalah insektisida sistemik. Insektisida ini tidak disemprotkan ke hama. Melainkan disemprotkan ke buah cabai. “Kalau hamanya memakan buah, akan langsung mati,” urai Agus tentang cara kerja insektisida sistemik tersebut.
Menindaklanjuti serangan hama manyang di Ngronggot, Agus berujar dispertan akan menurunkan petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mengecek. Terutama untuk mengetahui luasan tanaman cabai yang terserang hama.
Editor : adi nugroho