KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pemkab Kediri merespons cepat rencana pembangunan tol Kertosono-Kediri yang bakal tersambung hingga Tulungagung. Mereka sudah memasukkan hal itu dalam rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW)-nya.
“Berkasnya sudah di legislatif,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Sukadi.
Menurut Sukadi, tol tersebut masuk proyek strategis nasional (PSN). Ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan perekonomian di wilayah selatan Jawa Timur.
Pembangunannya murni dilakukan oleh BUMN. Yakni, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK). “Anggaran semua dari sana. Pemerintah daerah hanya menentukan kesiapan tata ruang dan sosialisasi kepada warga untuk pembebasan lahan,” jelasnya.
Lebih jauh diterangkan, perubahan RTRW untuk menyambut pembangunan bandara serta tol itu sudah melalui kajian mendalam. Saat ini, tahapannya sudah berada di DPRD. Tinggal menunggu pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahasnya.
Sukadi menyebut, nanti panjang jalan tol dari Kertosono ke Kediri sekitar 21-22 kilometer. Dan ditargetkan tahun ini sudah mulai pembebasan lahan. “Nanti exit tol tetap di Perempatan Banyakan. Rencananya juga akan diteruskan sampai Tulungagung,” tandasnya.
Seperti diberitakan, setelah Bandara Internasional Kediri yang dibangun oleh PT Surya Dhoho Investama (SDhI) --anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk, Pemerintah Pusat sudah berencana membangun tol Kertosono-Kediri-Tulungagung. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembukaan jalan tol nanti tak hanya melalui wilayah Kediri. Akan tetapi juga Wilangan, Nganjuk, hingga Tulungagung bagian selatan. (din)
Editor : adi nugroho