Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Omzet Penjual Pisang Turun hingga 50 Persen

adi nugroho • Rabu, 8 April 2020 | 23:00 WIB
omzet-penjual-pisang-turun-hingga-50-persen
omzet-penjual-pisang-turun-hingga-50-persen

KOTA, JP Radar Kediri – Omzet penjual pisang di pasar tradisional menurun. Gara-garanya terdampak merebaknya virus Covid-19. Masyarakat enggan belanja keluar rumah. “Dagangan saya turun sampai 50 persen,” kata Abi Manawi, pedagang pisang di Pasar Stonobetek, Kota Kediri.


Biasanya dia dapat mendatangkan seminggu dua kali. Kini hanya satu minggu sekali. Sekali mengambil, ia dapat sebanyak 300 tandan. Menurunnya penjualan pisang, menurut Abi, karena banyak pasar kecil yang tutup. Sehingga kebanyakan pembeli hanya dikonsumsi sendiri.


“Biasanya yang beli banyak untuk dijual lagi, kalau ini untuk konsumsi sendiri,” imbuhnya.


Sejak itu, Abi hanya dapat menjual 40 tandan per hari. Padahal sebelumnya bisa sampai 100 tandan. Namun meski pembeli turun, harga masih stabil. Di kios Abi, harga pisang Ambon Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per tandan. Pisang hijau Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Pisang raja seharga Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu dan pisang marlin Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu. “Kalau harga per sisir pisang, mulai Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu,” ungkapnya.


Dari jenis pisang yang ada, selama wabah korona pisang Ambon paling diminati. Masyarakat percaya bahwa pisang ini dapat mencegah virus. Karena itu, dalam satu hari laki-laki 40 tahun ini dapat menjual 20 sisir.


 


 


 

Editor : adi nugroho
#pasar