Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengendalian Penyakit Blendok di Jeruk

adi nugroho • Kamis, 17 Oktober 2019 | 01:10 WIB
pengendalian-penyakit-blendok-di-jeruk
pengendalian-penyakit-blendok-di-jeruk

Penyakit blendok/diplodia merupakan salah satu penyakit utama pada jeruk (citrus sp.). Penyakit blendok dapat terjadi karena adanya cendawan yang berasal dari botryodiplodia theobromae pat yang patogenik menyerang tanaman yang rentan dan pemeliharaannya kurang intensif.


Beberapa kondisi yang menjadikan penyakit blendok pada tanaman jeruk di antaranya kondisi yang kekeringan, adanya pelukaan pada tanaman, perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi dan pemeliharaan yang kurang optimal. Gejala penyakit blendok adalah keluarnya blendok yang berasal dari batang yang terinfeksi.


Penyakit blendok dapat diketahui dengan mudah apabila tanaman sudah bereaksi terhadap serangan patogen dengan mengeluarkan substansi pertahanan berupa  blendok ( gum/ gumosisi).


Diketahui ada dua jenis blendok yaitu basah dan kering. Blendok basah ditunjukkan dengan gejala batang, cabang, atau ranting yang terserang mengeluarkan blendok berwarna kuning keemasan. Serta ketika serangan sudah menjalar, maka kulit tanaman dapat mengelupas.


Blendok kering ditunjukkan dengan batang atau cabang tanaman yang terserang akan mengering tanpa mengeluarkan blendok. Serangan seperti ini akan suit diamati dengan mata. Pada bagian kulit terlihat adanya spora jamur yang berwarna putih atau hitam.


Patogen menyerang jaringan kayu yang menyebabkan tanaman mengeluarkan substansi pertahanan berupa gumosisi (gum/blendok). Gumosis dikeluarkan oleh tanaman sebagai bentuk reaksi setelah adanya serangan patogen dalam jaringan.


Gumosis diproduksi untuk melokalisasi patogen agar tidak berkembang lebih luas. Untuk pengendalian penyakit ini ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan di antaranya menjaga kebersihan kebun dengan mengakses ranting kering dan cabang yang terserang penyakit, dan ranting pangkasan dibakar atau ditimbun.


Juga menjaga alat pertanian seperti pisau, gunting pangkas maupun alat pertanian lainnya selalu dicuci bersih dan dibersihkan dengan alkohol 70 persen sebelum dan sesudah digunakan. Juga Menyaput atau melabur batang dan abang dengan fungisisda yang berbahan aktif Cu. Pelaburan dilakukan pada awal dan musim hujan.

Editor : adi nugroho
#penyakit