Kabupaten Kediri merupakan salah satu sentra tanaman cabai rawit secara nasional. Luas pertanaman cabai rawit yang ada di Kabupaten Kediri sekitar + 5.900 hektare. Yang tersebar di wilayah dataran rendah yaitu Kecamatan Pagu, Plosoklaten, Gurah, Kayenkidul, Plemahan, dan Ngasem. Juga dataran tinggi di wilayah Kecamatan Kepung dan Puncu.
Secara turun temurun petani di wilayah sentra cabe tersebut melakukan budidaya cabai baik, cabai lokal maupun cabai dari luar daerah yang bersifat OP (open pollinated) maupun yang hibrida.
Berikut adalah beberapa jenis cabai rawit lokal yang merupakan kekeyaan genetik dan dibudidayakan oleh petani lokal Kediri.
1. Prentul PY
Cabai rawit ini banyak dibudidayakan di wilayah kecamatan Puncu dan Kepung, menurut warga setempat istilah PY itu merupakan singkatan dari Prayit yang merupakan nama petani di wilayah Kampung Baru yang pertama kali mengembangkan dan mencoba cabai rawit jenis prentul tersebut.
2. Prentul Strawberry
Cabai rawit ini banyak ditemukan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung. Cabai rawit ini dinamakan prentul starwberry karena bentuknya yang menyerupai strawberry. Cabai rawit ini memiliki daya simpan yang baik sehingga cocok untuk pengiriman luar kota maupun luar pulau.
3. Prentul Benjun
Budidaya cabai rawit ini banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Kepung dan Puncu baik di Desa Puncu, Kampung Baru, maupun Kebonrejo. Cabai benjun ini memiliki karakter kulit buah mengkilat dan buahnya keras karena kandungan silika yang tinggi di kulitnya sehingga tahan terhadap serangan penyakit busuk buah.
Editor : adi nugroho