KOTA, JP Radar Kediri – Kesukaan warga Kota Kediri terhadap ikan laut meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Setidaknya itu bisa dilihat dari meningkatnya permintaan akan ikan laut tersebut di Pasar Setonobetek. Untungnya, meningginya permintaan itu diimbangi dengan stok ikan laut yang juga tinggi.
Menurut Wahyu, pedagang ikan di pasar tersebut, meningkatnya permintaan sudah mulai terjadi empat hari ini. Karena itu, dia pun meminta agar para pemasok ikan yang berasal dari Lamongan menambah jumlah pengirimannya.
“Banyak yang beli. Dari penjual juga meminta ke penyetor agar dikirim banyak,” akunya, di sela-sela melayani pembeli yang datang ke lapaknya kemarin.
Terpenuhinya permintaan itu menyebabkan harga ikan laut bisa terkontrol. Meskipun penjualan meningkat, harga tak terpengaruh. Bahkan, untuk harga cumi-cumi mengalami sedikit penurunan. “Permintaan cumi-cumi lebih sedikit bila dibandingkan dengan ikan jenis lain,” terangnya.
Kebanyakan, lanjut Wahyu, para pembeli menanyakan ikan tuna. Mulai dari yang ukurannya sedang maupun yang berukuran besar. Tuna menjadi salah satu ikan yang paling diminati oleh masyarakat Kota Kediri dibandingkan ikan laut atau ikan tambak yang lain.
“Biasanya, kalau ada yang nyari tanya dulu, ada atau tidak. Kalau di sini (di kedainya, Red) tidak ada, nanti tanya ke kedai sebelah,” imbuh Wahyu.
Di kedainya, ia menjual satu kilogram ikan tuna dengan harga Rp 40 ribu. Harga tersebut stabil dalam satu minggu terakhir. Meskipun banyak yang minat dengan jenis ikan tersebut. “Perubahan cuaca, perubahan angin, hingga hari-hari besar yang biasanya membuat harga menjadi berubah,” imbuhnya.
Selain tuna, Wahyu menjelaskan permintaan terhadap ikan kembung juga naik. Dengan dipatok harga Rp35 ribu perkilonya, ikan kembung juga banyak diminati oleh masyarakat. Sedangkan untuk komoditas laut lainnya, seperti cumi-cumi dihargai Rp 50-70 ribu perkilonya. “Cumi yang kecil Rp 50ribu, sedangkan yang besar Rp 70 ribu,” terangnya.
Dalam satu minggu terakhir, Wahyu juga merasakan adanya kenaikan yang meskipun tidak banyak tapi berpengaruh signifikan. Banyak pembeli yang datang mencari ikan laut.
Ketika ditanya penyebab naiknya minat warga pada ikan laut saat ini, Wahyu mengaku tak bisa memperkirakan apa penyebabnya. Sebab, selama ini peningkatan permintaan biasanya terjadi di tahun baru atau saat hari raya.
Hanya, Wahyu memastikan bahwa penambahan peminat itu datang dari masyarakat umum. Bukan dari pemilik warung atau rumah makan yang menyediakan menu ikan laut. Sebab, sejauh ini permintaan dari konsumen kelompok itu relatif stabil. Kalaupun ada peningkatan permintaan biasanya menjelang hari libur. Itupun tak terlalu banyak.
“Pesananan (warung-warung) paling nambah lima-sepuluh kilogram,” paparnya.
Banyaknya stok ikan laut yang ada di pasar tradisional membuat para pembeli tidak merasa khawatir akan kehabisan stok. Kholis, misalnya, dia mengaku datang ke pasar untuk membeli ikan tuna.
“Paling dua minggu sekali ke pasarnya, gak terlalu sering. Tapi ya gitu, ikan tunanya juga seringnya habis,” ujarnya.
Editor : adi nugroho