KEDIRI KOTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pahing, Kota Kediri. Sejumlah harga dipantau. Paling banyak mendapat sorotan adalah harga bawang putih yang harganya sudah tembus Rp 50 Ribu.
Datang pukul 08.00 WIB, Khofifah yang mengenakan kemeja putih didampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Lokasi pertama yang disasar adalah pedagang beras. “Bagaimana harganya Pak?” tanya perempuan pertama yang memimpin Jawa Timur ini.
Setelah itu dia bergeser ke sisi dalam pasar. Perjalanan sesekali berhenti karena pengunjung pasar yang meminta foto. Saat melewati penjual jajanan pasar, Khofifah pun memborongnya.
Setelah itu Khofifah mendatangi pedagang pracangan yang menjual bawang merah dan cabai. “Regine pripun Bu (harganya berapa Bu, Red)?” tanyanya ramah ke pedagang. Si pedagang pun langsung memanfaatkan pertanyaan ini dengan mengungkap keluh kesah. “Awis sedaya Bu (mahal semua Bu, Red),” ucap pedagang yang dipanggil Bu Ima itu.
Ima mengaku kalau sebenarnya dia biasa menjual bawang putih dalam jumlah banyak. Tetapi seminggu terakhir dia memilih tidak lagi berjualan bawang putih karena harganya yang mahal. “Takut rugi,” ucapnya menjelaskan ke Khofifah.
Mendengar itu, Khofifah mengangguk dan mengaku siap mencari solusi.
Hal sama juga diakui pedagang pracangan lainnya. Seperti diungkapkan Sulami, 62, yang mengatakan harga bawang putih selama seminggu terakhir sudah tembus Rp 50 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya, harga masih di kisaran Rp 32 ribu per kilogram. “Yang beli juga turun, tinggal sedikit,” keluhnya.
Jika biasanya yang membeli dalam jumlah kilogram, kini lebih banyak yang membeli dalam hitungan ons. Kenapa mahal? Sulami mengaku karena stok bawang putih tidak banyak.
Mahalnya harga bawang putih ini tidak ditampik Khofifah. Menurutnya, di pasar Jawa Timur, sudah banyak ditemui kelangkaan bawang putih. Sehingga harga di pasar pun menjadi tinggi. Namun, pemprov sudah melakukan upaya antisipasi. “Sudah dilaksanakan operasi pasar di beberapa titik dengan bawang putih,” terang Khofifah.
Menurutnya, operasi pasar akan terus dilakukan menjelang Ramadan. Agar masyarakat tidak kehabisan stok bawang putih. “Minggu kedua di Bulan Mei Insya Allah stok bawang putih ada,” ujarnya.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan monitoring terhadap harga bawang putih. Dengan monitoring yang bagus, pemerintah berupaya menjaga stok agar cukup untuk persiapan Ramadan.
Khusus di Jatim akan didatangkan 15 ribu ton bawang putih impor pada 10 Mei. Bawang itu akan didistribusikan ke warga melalui operasi pasar. Berdasarkan catatan tahun lalu, kebutuhan bawang putih Jatim mencapai 4.690 ton. Maka, impor tersebut akan bisa memenuhi kebutuhan selama tiga bulan.
Terkait hasil sidaknya kemarin, Khofifah menjelaskan stok bahan pokok di Pasar Pahing relatif cukup. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan demand. “Ini kami sebut kenaikan harga secara psikologis,” terangnya. Biasanya kenaikan ini karena mendekati Ramadan.
Di antara demand itu adalah permintaan daging sapi, ayam, bawang putih, bawang merah, dan telur. Semua komoditas itu mengalami kenaikan. Meskipun tidak banyak.
Khusus untuk bawang merah, sudah mengalami penurunan harga. Karena pemerintah sudah melakukan penetrasi melalui operasi pasar. “Semoga tidak ada yang memanfaatkan momen (Ramadan) seperti ini. Dengan borong dan menimbun untuk keuntungan pribadi. Mari kita berikan layanan terbaik bagi masyarakat ketika menghadapi Bulan Ramadan dengan suka cita,” terang Khofifah.
Editor : adi nugroho