KEDIRI KABUPATEN- Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri untuk merevitalisasi sejumlah pasar tradisional terus dilakukan. Salah satunya adalah Pasar Bendo, Pare yang kemajuannya telah mencapai 50 persen. Targetnya, pasar yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu bisa sepenuhnya ditempati pedagang tahun 2020 mendatang.
Selama proses revitalisasi, semua pedagang di dalam pasar memang direlokasi ke tempat lain. Yakni di jalan wilayah Pabrik Rokok Apache. Tepatnya di samping utara dan belakang pabrik.
“Dulu dalam perjanjian pedagang akan menempati daerah ini (tempat relokasi, Red) selama satu tahun setengah,” kata Joko, 55, salah satu penjual kopi di sana.
Menurutnya, ada sekitar 150 pedagang yang menempati lokasi relokasi tersebut. Sejumlah kios semi permanen dibangun. Memanjang di bahu jalan. Relokasinya dilakukan sejak bulan Mei 2018.
Sementara Sumarti, 50, warga setempat menyampaikan bahawa dia berharap Pasar Bendo segera diselesaikan, sebab selama ini saat dia berbelanja di tempat relokasi itu cukup berbahaya.
“Setiap pagi belanja, tapi harus hati-hati, banyak kendaraan yang lewat sini,” katanya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang.
Pasar Bendo merupakan 1 dari 4 pasar yang ada di wilayah Pare, di samping Pasar Lama, Pasar Pamenang dan Pasar Sayur. Namun, untuk Pasar Bendo, selama ini hanya aktif pagi hingga siang hari.
Tidak seperti Pasar Pamenang yang buka hingga malam hari. Kondisinya pun tak seramai Pasar Pamenang. Menurutnya, kondisi pasar yang selama ini kumuh dan sempit menjadi alasan pelanggan enggan masuk Pasar Bendo dan lebih memilih ke Pasar Pamenang Pare. “Semoga setelah dibangun bisa lebih bagus dan bersih,” harapnya.
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Tutik Purwaningsih menyampaikan, revitalisasi pasar yang menggunakan anggaran senilai 2,1 miliar ini dilaksanakan secara bertahap.
Dengan pengerjaan 2 los, di mana tahap pertama adalah 2018 lalu yang kini sudah rampung satu los. Di awal tahun ini memang pengerjaannya sementara dihentikan.
“Nanti dilanjutkan tahap 2 tahun 2019 ini. Target 2020 sudah selesai semua dan pedagang bisa menempati secara total,” kata Tutik.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) ini pun menjelaskan, bahwa tujuan revitalisasi Pasar Bendo tersebut selain memperbaiki secara fisik bangunan pasar, juga untuk menata lapak/los pedagang agar lebih rapi dibanding sebelumnya. Tak hanya itu, revitalisasi ini juga untuk memperbaiki sarana dan fasilitas pasar.
“Diharapkan selain pedagang yang semakin nyaman berjualan, pembeli juga merasa lebih nyaman saat belanja di pasar,” imbuh Tutik.
Tentunya, dengan kondisi tersebut Pasar Bendo akan lebih ramai, transaksi meningkat yang berimbas pada pendapatan pedagang yang juga semakin meningkat. Tak hanya itu, target pendapatan asli daerah (PAD) pun juga bisa tercapai.
“Dengan merevitalisasi sejumlah pasar, kami juga berusaha mengubah pandangan masyarakat bahwa pasar tradisional tidak lagi kumuh, bau dan kotor,” jelasnya.
Untuk diketahui, selama ini Pemkab mengelola sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Kediri menjadi aset daerah. Selain Pasar Bendo, ada beberapa pasar lain yang menyumbang PAD bagi Kabupaten Kediri. Di antaranya adalah Pasar Gurah, Pamenang Pare, Kras, Tiron, Gringing, Pasar Sayur Pare, Kandangan, Wates, dan juga Mojo.
Editor : adi nugroho