KEDIRI KOTA - Harga telur ayam mengalami penurunan. Jika biasanya di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, kini, dalam seminggu terakhir sudah turun hingga Rp 17 ribu per kilogram..
Salah satu pedagang telur ayam di kawasan Pasar Setonobetek, Kusmanto, 48, membenarkan hal tersebut. “Sudah ada satu minggu ini harga telur turun. Sebelumnya masih normal Rp 19.500- Rp 20 ribu per kilogramnya,” ungkapnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di lokasi berjualannya (28/9).
Kusmanto membeberkan bila penurunan harga dari Rp 19.500 menjadi Rp 18 ribu per kilogramnya sudah berubah sejak berada di kandang ayam petelur. Untuk penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti.
Dari sisi jumlah pasokan justru melimpah. Bahkan diakui pula oleh laki-laki dengan ciri khas topinya ini bila peternak dan kandang ayam petelur berpotensi tutup karena tidak seimbangnya produksi telur dan kebutuhan telur ayam.
“Kita sebagai penjual hanya mengikuti trend harga yang diberikan peternak, sekian ya sekian,” tegasnya saat mengemas telur dalam plastik.
Tidak hanya untuk telur ayam, hal sama juga untuk telur ayam. Sebelumnya, harga daging ayam rata-rata Rp 30 ribu per kilogram. Namun, saat ini hanya di kisaran Rp 27 ribu per kilogram. “Seminggu ini bergejolak harganya, dari Rp 30 ribu ke Rp 25 ribu, lalu hari ini Rp 27 ribu per kilogram,” papar Nugroho Agung Setiawan, 28, salah satu pedagang daging ayam (28/9).
Agung menjelaskan bila dari sisi pasokan terbilang melimpah, hal tersebut merupakan salah satu faktor harga jual daging ayam turun. Penyebab secara signifikan belum diketahui secara pasti. Ia hanya menegaskan bila penjualan daging ayam tidak seramai hari-hari biasanya semenjak memasuki pekan suro. “Jarang ada hajatan seperi manten. Kalau banyak hajatan, daging ayam laku keras,” imbuhnya sambil menimbang daging ayam.
Sementara itu, Tineke, 32 salah satu pembeli daging ayam mengakui bila ia senang saat harga bahan pangan murah. Perempuan ini kerap membeli daging ayam karena ia jadikan konsumsi sehari-hari pengganti nasi. “Karena murah, bisa lebih hemat untuk pengeluaran,” pungkasnya pada Jawa Pos Radar Kediri.
Editor : adi nugroho