NGANJUK – Ratusan pedagang yang dalam waktu dekat akan menempati tempat penampungan sementara, agaknya tidak bisa lagi kembali ke Pasar Kertosono lama. Sebab, pemkab berencana memindah Pasar Kertosono ke barat. Adapun lahan pasar lama digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Heny Rochtanti mengatakan, Pasar Kertosono lama yang terbakar akhir September lalu dinilai kurang representatif. Jumlah pedagang sudah overload. Sehingga, pasar terkesan penuh sesak. “Jumlah pedagang ada 990 orang,” kata Heny.
Saking banyaknya pedagang di sana, menurut Heny jalan di sekitar pasar sering kali macet. Karena itu, pemkab berencana membangun pasar baru di Kelurahan Banaran. “Jaraknya tidak terlalu jauh dari pasar lama. Sekitar 50 meter di sebelah barat,” lanjut Heny.
Lebih jauh Heny mengatakan, pemkab memiliki lahan seluas sekitar tiga hektare di sana.
Menurut Heny, pemkab memiliki lahan seluas sekitar 3 hektare di Kelurahan Banaran. Lokasinya di dekat Pasar Hewan Kertosono. Dengan luas lahan tersebut, bangunan pasar baru nanti akan lebih besar.
Sebab, pasar lama hanya berdiri di lahan yang luasnya 1.100 meter persegi. “Jadi, sangat kecil sebetulnya kalau dibandingkan dengan pasar yang baru nanti,” lanjut perempuan berkerudung ini.
Dengan dipindahnya Pasar Kertosono ke barat, menurut Heny lokasi pasar lama akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga, penataan Kertosono akan lebih baik lagi.
Meski sudah memiliki konsep pemindahan pasar, Heny menyebut rencana itu belum final. Sebab, sejumlah pedagang tetap menginginkan revitalisasi pasar lama pasca-kebakaran. Karena itulah, kemarin permasalahan tersebut dibahas bersama Komisi II DPRD Nganjuk.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, hearing digelar di ruang rapat badan anggaran (banggar). Selain beberapa pedagang pasar, rapat juga diikuti disperindag dan badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda). Dimulai pukul 10.30-11.30, rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Ulum Basthomi.
Mengenai rencana pembangunan pasar baru Kertosono, Ulum mengatakan, pihaknya menampung aspirasi pedagang pasar. Karenanya, dewan belum menyetujui rencana pemkab. “Kami akan kaji nanti. Komisi III dan IV siap ke lapangan untuk mengkaji rencana pembangunan pasar baru,” kata politisi PKB ini.
Selain membahas pembanguan pasar, Ulum mengungkapkan, hearing juga menyepakati bantuan yang diberikan kepada 990 pedagang korban kebakaran. Di perubahan anggaran keuangan (PAK) 2017, pemkab membantu sebesar Rp 1 juta per orang. “Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan dua juta (rupiah) setiap pedagang. Yang benar hanya satu juta. Tinggal menunggu pencairan PAK,” terangnya.
Ulum menegaskan, bantuan untuk pedagang hanya berasal dari APBD II. Sementara wacana bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang sempat mencuat tidak terelisasi. “Sebenarnya memang ada bantuan dari Kemensos. Tapi Pasar Kertoso tidak masuk dalam data,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain terus menggodok tentang rencana pemindahan pasar, saat ini pemkab juga tengah menuntaskan pembangunan tempat relokasi sementara pedagang. Tempat relokasi berupa los itu ditargetkan tuntas 20 Desember. Setelah bangunan siap dihuni, para pedagang akan dipindah ke sana.
Editor : adi nugroho