Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cabuti Bawang Merah yang Kena Ulat dan Kaper

adi nugroho • Minggu, 3 September 2017 | 13:55 WIB
cabuti-bawang-merah-yang-kena-ulat-dan-kaper
cabuti-bawang-merah-yang-kena-ulat-dan-kaper


 


KEDIRI KABUPATEN – Petani bawang merah di Desa Sekoto, Kecamatan Badas terancam gagal panen. Pasalnya, sejumlah lahan sentra brambang Kabupaten Kediri ini diserang hama ulat dan serangga kaper.


Akibatnya, mereka merugi hingga jutaan rupiah. Bahkan, beberapa tanaman mati sebelum panen. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di beberapa sawah terlihat tanaman bawang merahnya sudah tak bersisa.


Adapun sebagian lainnya, susunan tanamannya jarang dan tumbuh pendek-pendek. Lahan seperti itulah yang terkena hama kaper dan ulat. “Tanaman kami (bawang merah, Red) rusak rusak Mas akibat serangan hama kaper,” terang Yasin, 44, salah satu petani Sekoto.


Dia mengaku, menggarap lahan bawang merah seluas 2 hektare (ha). Namun hampir separonya gagal panen. Ini akibat serangan kaper dan ulat. Karena kerusakan separo tanamannya itu, Yasin mengaku, kerugiannya mencapai Rp 10 juta. “Ya semua akibat serangan hama Mas,” katanya.


Saat koran ini memantau sawah yang digarap Yasin, terlihat memang hampir separo tanaman bawang merahnya rusak. Terutama di sisi barat yang dengan ditandai tanaman yang jarang dan kering. “Karena serangan hama ini jelas kami merugi Mas,” ujarnya.


Tidak hanya sawah yang digarap Yasin. Tanaman brambang yang digarap petani lain di sekitar sawahnya juga rusak. Lahan lain malah ada yang nyaris sudah tidak ada tanamannya sama sekali.


Kesal dengan serangan hama kaper dan ulat, tanaman bawang merah yang sudah ludes dibiarkan begitu saja. Sehingga lahan sawah penuh rumput. “Kaper ini datang ke lahan kami dan menelur di sini. Lalu telurnya jadi ulat dan memakan tanaman-tanaman kami,” urai petani berbaju cokelat tersebut.


Beberapa bawang merah yang dimakan ulat pun daunnya habis. Dampaknya, tanaman tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati. Selain itu, tanda-tanda lainnya adalah akar bawangnya kering. Begitu pula dengan kondisi daunnya. Menjadi kering akibat dimakan ulat.


Yasin mengaku, yang bisa dilakukan petani hanyalah mencabuti tanaman-tanaman yang mongering. Itu agar kualitas tanah tetap terjaga. “Ya sekarang dicabuti lalu dibuang Mas. Terutama yang seperti ini,” ujarnya sambil menunjukkan tanaman bawangnya yang kering.


Selain mencabuti tanaman yang sudah mongering, Yasin juga menjumputi ulat-ulat kecil berwarna hijau yang menempel di daun bawang merahnya. Rupanya, ia mencegah supaya kerusakan sedikit berkurang. Ulat pun tidak memakan tanaman bawang merah lainnya.


Kecermatan dan ketelatenan ditekankan Yasin dalam memunguti ulat-ulat ini. “Ya pasrah Mas kami, semoga segera reda serangan hama ini. Kalau terus-terusan seperti ini rugi terus kami,” keluhnya.


 


 

Editor : adi nugroho