KEDIRI KOTA – Pemkot terus memacu kemajuan dan perkembangan industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu upayanya menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur. Hal itu diwujudkan melalui bazar dan pameran.
“Kita ingin produk-produk kreatif Kota Kediri ekspansi ke luar daerah,” terang Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat ditemui di Pasar Murah yang dilaksanakan Disperindag Jatim di lapangan Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, kemarin.
Makanya kerja sama Disperindag Jatim dijalin intensif. Dengan demikian, diharapkan IKM Kota Kediri diikutsertakan dalam pameran di luar daerah bahkan luar negeri. “Sudah ada yang diajak pameran di Jakarta,” beber Abu.
Untuk itu, dibutuhkan pula peran aktif para pelaku IKM. Ini melalui jalinan komunikasi dan kerja sama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri maupun Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri. “Harapannya industri kreatif kota semakin berkembang,” ujar wali kota muda ini.
Meski demikian, bukan berarti pemkot mengenyampingkan produk pangan dan sembako. Mereka tetap berupaya agar harga kebutuhan pangan masyarakat terjangkau. Sehingga inflasi bisa ditekan dan tetap stabil. Salah satu upayanya dengan operasi pasar murah. “Seperti kegiatan bazar murah yang dilaksanakan Disperindag Jatim ini,” jelas Abu.
Sementara itu, Kepala Disperindag Jatim Mohammad Ardi menjelaskan, pihaknya sangat terbuka dengan ajakan pemkot untuk menjalin kerja sama. Apalagi performa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dua tahun terakhir sangat baik.
Makanya Ardi antusias mengajak IKM di Kota Kediri untuk mulai ekspansi ke luar daerah. Sehingga nantinya diharapkan IKM tersebut ke depannya semakin mandiri dan berkembang.
“Akan kita tingkatkan intensitas kerja sama dengan IKM-IKM di daerah termasuk Kota Kediri,” tegasnya.
Untuk diketahui, Bazar Murah kemarin dilaksanakan oleh Disperindag Jatim dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H yang dirangkaikan dengan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. Setelah diselenggarakan di beberapa kota besar, Disperindag Jatim menyelenggarakannya di lapangan Bujel Kota Kediri.
Kegiatan berlangsung mulai Jumat kemarin hingga Minggu besok (27/8). Total ada sekitar 20 stan yang diisi oleh Bulog, Warung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Madiun, Forum IKM Jatim yaitu dari Jombang dan Tuban, Aksesoris Putri Kediri dan Aspekori.
Ada banyak komoditas yang dijual dengan harga terjangkau. Beberapa dijual adalah beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, dan tepung terigu. Harga Beras merek Sinta dengan berat lima kilogram (kg) dijual Rp 43.000.
Sedangkan Beras merek Kita dijual Rp 42.500, dan Beras Batu Mulia seharga Rp 46.000. Untuk satu kilogram (kg) gula dijual Rp 10.500, satu liter minyak goreng seharga Rp 11.000. Sedangkan 1 kg telur dijual Rp 17.000. Ada pula bawang putih yang harganya Rp 10.000 per setengah kg, ½ kg bawang merah seharga Rp 8.000, dan 1 kg tepung Rp 7.500.
Editor : adi nugroho