‎Tembus Pasar Global, ID FOOD berkolaborasi dengan PT Lumbung Segar Indonesia dan KWT Hikmah Tani

Mahisa Ayu • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:07 WIB

 

Foto: Mahisa Ayu
Ketua KWT Hikmah Tani Kayunan Dinar Anggry Andina memaparkan presentasi potensi nanas di sekitar Gunung Kelud, Rabu (29/7/2026). (Foto: Mahisa Ayu)

KEDIRI, JP Radar Kediri – Langkah nyata dalam mendorong komoditas hortikultura lokal menembus pasar internasional terus dilakukan.

‎Langkah besar ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan ID FOOD, PT Lumbung Segar Indonesia, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Hikmah Tani Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Rabu (29/7/2026).

 

‎Sinergi lintas sektor ini difokuskan untuk menggarap potensi ekspor komoditas nanas komersial unggulan Kediri yang selama ini menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat lereng Kelud. Pasar Timur Tengah kini dibidik sebagai sasaran utama pengiriman ekspor tahap awal.

Baca Juga: Ratusan Petani Lereng Kelud Rebutan Lahan Garapan, Demo ke Perhutani Bersamaan, TNI dan Polisi Pisahkan Massa

 

Foto: Mahisa Ayu
Foto: Mahisa Ayu

‎Senior Executive ID FOOD Yosdian, mengungkapkan, pihaknya sangat antusias menggandeng masyarakat lokal, khususnya KWT Hikmah Tani Kayunan, untuk mengoptimalkan potensi pasar internasional. Melalui kemitraan dengan PT Lumbung Segar Indonesia sebagai pengelola dan fasilitator rantai pasok lokal, kesiapan pasokan nanas berkualitas ekspor dipastikan makin solid.

"Nanas ini komoditas yang sangat khas dari kaki Gunung Kelud. Kami mendengar di luar negeri ada permintaan yang cukup tinggi, sehingga kami sangat tertarik untuk segera memfasilitasi dan mengekspor nanas ini ke luar," Yosdian.

 

‎Lebih lanjut, Yosdian mengatakan, ekosistem pertanian nanas di lereng Gunung Kelud -termasuk di Kayunan dan sekitarnya- sudah tertata dengan baik dari hulu hingga hilir. Keberadaan KWT Hikmah Tani Kayunan dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga standar pengolahan, sortasi, serta kontinuitas produk di tingkat petani.

Baca Juga: Ribuan Petani Lereng Kelud Turun ke Jalan, Ini Penyebabnya

 

‎"Menurut saya pengelolaannya sudah sangat bagus dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Tugas kita bersama sekarang adalah memperkuat akses ekspornya. Pasar luar negeri memang menuntut kualifikasi tinggi, dan di situlah peran kami bersama PT Lumbung Segar Indonesia untuk mendampingi ibu-ibu KWT dan petani lokal," terangnya.

 

‎Sementara itu, Ketua KWT Hikmah Tani Kayunan Dinar Anggry Andina berharap melalui kemitraan ini, para petani tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam hal budidaya dan menjaga kualitas komoditas, tetapi juga kepastian jalur distribusi hingga pasar ekspor.

 

‎"Kemitraan ini menjadi jembatan penting agar potensi nanas unggulan dari wilayah Plosoklaten, Kediri, dapat memiliki daya saing tinggi dan diterima secara luas di mancanegara," kata Dinar.

Baca Juga: Lampaui Target 100 Persen, Bulog Cabang Kediri Sukses Serap 73 Ribu Ton Gabah Petani

‎Selain pembahasan akses pasar, pertemuan ini juga memaparkan rekam jejak keberadaan kelompok tani setempat yang telah berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir.

 

Sinergi antara petani, BUMN, dan pelaku usaha swasta ini diproyeksikan dapat meningkatkan taraf perekonomian serta kesejahteraan para petani nanas di Kabupaten Kediri secara berkelanjutan.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
petani kediri gunung kolaborasi bumn