Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berangkat dari Keterbatasan, Biru Tsabita Kembangkan Usaha Tas dan Dompet Wanita Bersama Pemberdayaan BRI

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:47 WIB
Foto: Dok. BRI
Foto: Dok. BRI

Pemalang, JP Radar Kediri -  Berangkat dari kebutuhan untuk menambah penghasilan keluarga, lahirlah Biru Tsabita, usaha tas dan dompet wanita dari Pemalang, Jawa Tengah, yang terus berkembang hingga kini. Dengan mengandalkan desain yang cantik sekaligus fungsional, usaha ini perlahan memperluas jangkauan pasar ke berbagai daerah di Indonesia.

Mutoharoh selaku pemilik Biru Tsabita menceritakan bahwa usaha ini berawal dari upaya mencari tambahan penghasilan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

“Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” ujarnya.

Foto: Dok. BRI
Foto: Dok. BRI

Baca Juga: BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara

Sejak berdiri pada 2019, Biru Tsabita menghadirkan beragam tas dan dompet wanita untuk pasar yang terus berkembang. Di antara berbagai produk yang dihasilkan, dompet wanita menjadi salah satu yang paling diminati pelanggan. Pemasarannya dilakukan melalui marketplace dan kemitraan, dengan jangkauan ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan pernah mencapai Malaysia.

Selain menyediakan produk siap jual, Biru Tsabita juga melayani pembuatan tas dan dompet custom sesuai kebutuhan pelanggan. Dalam perjalanannya, pengembangan Biru Tsabita turut diperkuat melalui pembinaan Rumah BUMN BRI. Bagi Mutoharoh, pendampingan tersebut membantu menambah pengetahuan sekaligus membuka jaringan relasi yang mendukung pertumbuhan usaha. Seiring perkembangan tersebut, Biru Tsabita kini telah melibatkan 33 tenaga kerja.

“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Komunitas dan BRI: Kunci Suhita Lebah Indonesia Menjaga Kelestarian dan Kualitas Madu

Untuk menunjang operasional dan penjualan, Mutoharoh juga memanfaatkan BRImo dan QRIS BRI. Ke depan, ia menargetkan perluasan jaringan usaha melalui penguatan marketplace dan kemitraan agar jangkauan pasar Biru Tsabita semakin luas.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa perjalanan Biru Tsabita menunjukkan bahwa usaha yang dimulai dari keterbatasan dapat tumbuh ketika dijalankan dengan kesungguhan dan terus terbuka pada proses belajar.

“Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
rumah BUMN umkm pemberdayaan bbri bri