Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pasar Semen Kediri, Pasar Legendaris Sejak Zaman Belanda yang Jadi Pusat Ekonomi Warga

Diana Yunita Sari • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:41 WIB
Warga melintas di depan Pasar Desa Semen (Diana Yunita)
Warga melintas di depan Pasar Desa Semen (Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Selain lokasinya yang strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah Kota, Desa Semen memiliki keunikan tersendiri. Yaitu mayoritas warga desa ini menggantungkan hidup sebagai pedagang.

Dengan Pasar Semen sebagai pusat perekonomian mereka. Pasar legendaris yang telah berdiri sejak zaman Belanda ini hingga kini masih eksis. Bahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sekitar.

Pasar Semen telah dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) sejak lama. Dulunya, lapak pedagang hanya terkonsentrasi di sisi utara jalan saja.

Namun, pada 2011 silam dibangun lapak baru. Yakni di sisi selatan jalan untuk menampung jumlah pedagang yang terus bertambah.

“Lapak ditambah karena pedagang sebelumnya terlalu berjubel dan menimbulkan kemacetan. Kondisinya tidak kondusif, jadi lebih baik ditambah lapaknya,” ungkap Sekretaris Desa Semen Muh. Fahmi Alfian.

Baca Juga: UMKM Keripik Tempe Desa Plosorejo Kediri Tembus Pusat Oleh-Oleh dan Luar Pulau

Saat ini, terdapat sekitar 200 lapak di pasar tersebut. Mulai dari bangunan kios hingga lapak lesehan. Para pedagangnya mayoritas merupakan warga Desa Semen sendiri. Meski ada juga pedagang yang berasal dari luar desa.

Seperti pasar tradisional pada umumnya, Pasar Semen menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Mulai dari sayuran, daging ayam, ikan laut, hingga pakaian.

Fahmi menyebutkan bahwa di Kecamatan Semen sebenarnya terdapat pasar lain, yaitu Pasar Jabang. 

“Ada dua pasar di kecamatan ini, tapi sepertinya yang paling ramai adalah di sini (Pasar Semen, red),” lanjutnya.

Baca Juga: Unik! Desa Plosorejo Kediri Tetapkan Hari Jadi Berdasarkan Angka di Situs Kuno Tahun 903 M

Pasar ini beroperasi dari pagi hingga siang hari. Puncak aktivitas biasanya terjadi sebelum subuh. Saat para tukang sayur keliling mulai berdatangan untuk kulakan sebelum mereka berkeliling menjajakan dagangan ke desa-desa.

Kini, pasar tersebut tidak hanya menjadi ikon desa, tetapi juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) terbesar. Pemdes secara aktif mengelola retribusi dan parkir.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kecamatan semen #kabupaten kediri #Pasar Desa #pasar semen #Pemdes