Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran KreditUMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem PemberdayaanKian Luas

Anwar Bahar Basalamah • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:29 WIB

 

Foto : Dok. BRI
Foto : Dok. BRI

Jakarta,JP Radar KediriPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja intermediasi yang solid seiring dengan konsistensi Perseroan dalam memperkuat segmen UMKM sebagaicore business. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit dan pembiayaan BRI yang terus tumbuh diiringi dengan penguatan fondasibisnis yang berkelanjutan.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026), Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total kredit dan pembiayaan meningkat sebesar 13,7% year-on-year (YoY) menjadiRp1.562 triliun.

Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Hery.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Keagenan, BRILink Agen Siap Panen Hadiah Emas Lewat Program Spesial

Di saat bersamaan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, BRI secara konsisten menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia.

BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman pada periodeJanuari hingga Maret 2026. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara42,16% dari total KUR yang telah disalurkan.

Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, sertamenciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuh Hery.

Baca Juga: Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung

Tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan .

Hingga akhir Maret 2026, melalui program Desa BRILian, BRI telah membina lebih dari 5.245 desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi berbasis desa. Selain itu, melalui program Klasterku Hidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha yang menjadi bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.

Di sisi digitalisasi UMKM, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses terhadap layanan keuangan. Hingga saat ini, jumlah pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 15,5 juta UMKM.

Untuk semakin memperkuat kapasitas usaha, BRI juga membina 54 Rumah BUMN serta telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribupelatihan guna meningkatkan kapabilitas, daya saing, serta mendorong proses naik kelas bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Model bisnis BRI yang berfokus pada segmen UMKM memberikankeunggulan tersendiri dari sisi manajemen risiko. Portofolio pembiayaan BRI tersebar luas di jutaan nasabah mikro dengan plafonyang relatif kecil, sehingga menciptakan diversifikasi risiko yang sangat granular. Dengan struktur tersebut, potensi risiko kredit menjadi lebih terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada debiturtertentu, sehingga ketahanan portofolio relatif lebih kuat dalammenghadapi gejolak ekonomi.

Hasilnya, hingga akhir Triwulan I 2026 BRI berhasil mencatatkan lababersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year on year. Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2% secarayear-on-year (yoy) menjadi Rp2.250 triliun. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#umkm #pemberdayaan #pembiayaan #kredit #bri