Inspiratif! Warga Kediri Sulap 40 Cangkok Jadi Bisnis Bonsai Menguntungkan

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 21:10 WIB
Pengrajin bonsai Desa Kambingan merawat tanamannya (Diana Yunita)
Pengrajin bonsai Desa Kambingan merawat tanamannya (Diana Yunita)

 

JP Radar Kediri - Usaha budidaya bonsai ini dikembangkan oleh Budiono. Warga Dusun Ngatup itu memulai usahanya saat pandemi Covid-19.

Selain tidak memiliki pekerjaan, dia juga tidak bisa keluar rumah. Kondisi itulah yang memicu ketertarikannya untuk membuat karya berbasis ekonomi kreatif dari rumah.

Jenis tumbuhan yang dijadikan bonsai sangat beragam. Mulai dari santigi, sancang, anting putri, serut, dan lain sebagainya.

Dia bercerita bahwa awalnya hanya membeli 40 cangkok aneka tumbuhan. Harganya Rp 21 ribu per cangkok.

“Tertarik sejak tahun 2019, belajarnya otodidak lewat YouTube dan teman-teman di komunitas,” ungkap pria yang akrab dipanggil Lek Mbu tersebut.

Baca Juga: Warga Desa Jarak Kediri Ini Telaten Menggeluti Usaha Kerajinan dari Bambu

Cangkokan kecil tersebut kemudian dia kembangkan lagi. Yaitu dengan menanamnya kembali di dalam pot maupun langsung di tanah.

Mengingat fokus usahanya adalah bonsai bahan, Budiono menjual tanamannya dalam tahap bahan. Sehingga para pengrajin lain bisa mengembangkannya lebih lanjut.

“Dari satu cangkokan awal, sekarang bisa menghasilkan hingga 50-an cangkok untuk dijual,” jelasnya.

Perawatan yang dilakukan meliputi pemberian pupuk kandang dan pupuk pabrik.

Dia juga menggunakan pasir malang untuk tanaman yang sudah waktunya dipindahkan ke pot ukuran 30 cm.

Dalam proses pembuatan bonsai jadi, tanaman harus melalui masa karantina.

Serta pembentukan ranting dan cabang yang bisa memakan waktu hingga enam tahun lebih.

Hal ini dikarenakan usia bonsai sendiri memang tidak memiliki batas maksimal.

Baca Juga: Warga Desa Nambaan Kediri Ini Raup Cuan Melimpah dari Jualan Keripik Kulit Ikan Patin

Hingga kini, Budiono telah menjual ratusan cangkok bahan bonsai ke seluruh provinsi di Indonesia.

Promosi yang dia lakukan melalui media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Facebook.

“Alhamdulillah sudah bisa kirim ke seluruh provinsi. Bagi saya, usaha ini tidak hanya mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi juga turut menghasilkan oksigen,” pungkas Budiono.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
budidaya bonsai kediri ekonomi kreatif kediri raya bonsai desa kambingan