JP Radar Kediri - Wajahnya cantik, gayanya pun seksi. Kadang, dengan gaya centil kala melayani pembeli. Para pelayan seksi ini sengaja digunakan angkringan-angkringan sebagai magnet memikat pembeli. Berhasilkah?
Molek-bukan nama sebenarnya-terlihat sangat sibuk melayani pembeli angkringan tempatnya bekerja. Wajahnya cantiknya, yang berpoles bedak tebal, terus tersenyum.
Setiap gerak tubuhnya, yang berbalut pakaian ketat nan seksi, juga menjadi perhatian para pemuda yang nongkrong di tempat itu.
Gadis molek 25 tahun itu adalah pelayan di salah satu angkringan seksi, penyebutan untuk angkringan yang memiliki pelayan wanita seksi.
Lokasinya ada di dekat gedung SD di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Dan, angkringan ini memang memanfaatkan pelayan yang cantik dan seksi sebagai pemikat konsumen. Satu hal yang nge-tren dilakukan oleh banyak angkringan lain di Kediri.
Sebut saja, misalnya, di sepanjang jalur Tugu Sembilan wilayah Simpang Lima Gumul (SLG). Tepatnya lagi, di sekitar Fave Hotel.
Lalu, mampukah cara seperti itu mendatangkan banyak pembeli? Tak usah ditanya, karena hal tersebut terbukti ampuh. Misal, di angkringan Sande saja. Bangku kayu di depan angkringan, saat itu, penuh.
Pembeli pun tumpah hingga di trotoar. Mulai dari depan sekolah hingga ke ujung. Demikian pula dengan angkringan di area SLG, juga padat pembeli.
“Kalau gak gini (berpakaian seksi, Red) kalah sama yang lain,” ucap Jameela-bukan nama sebenarnya-pelayan di angkringan area SLG yang pakaiannya menonjolkan belahan dada bagian atasnya ini.
Cara berpakaian wanita asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini memang atraktif. Tak hanya belahan dada atasnya saja yang tereskpose, juga perutnya. Membuat pusarnya terlihat.
Wajahnya pun terbalut make up tebal. Lengkap dengan eye liner, lipstik, dan riasan lain yang menggoda pembeli.
Rambutnya pun disemir warna pirang. Hal ini dia lakukan karena kebanyakan konsumennya adalah lelaki.
“Yang lain seperti ini (pelayannya berpenampilan seksi, Red) ya harus ngikuti. Karena ini daya tariknya," aku perempuan 24 tahun ini.
Sambil mengisap dalam-dalam sebatang rokok putihan beraroma, Jameela mengiyakan bila model berpakaiannya seperti itu membuat angkringannya ramai. Omzet Rp 500 ribu per hari boleh dibilang sepi.
“Kalau (hari) libur bisa tiga kalinya,” ucap wanita yang telah menjadi pelayan selama satu tahun ini.
Dia kemudian membandingkan dengan angkringan lain yang pelayannya tak seksi, yang sudah tua ataupun laki-laki. Pengunjung yang model itu tidak seramai di angkringannya.
Cara memikat pengunjung dengan pelayan seksi benar-benar dirasakan Nan, pria 30 tahun pemilik angkringan tempat Molek bekerja. Ketika belum memanfaatkan jasa Molek, bisnisnya itu tak seramai sekarang.
“Ide awalnya dari istri saya. Pingin punya karyawan cewek. Pikirnya biar rame, kan pembeli angkringan sekitar sini banyaknya laki-laki,” terang pria yang memulai bisnis angkringan setelah terkena PHK dari tempat kerjanya itu.
Tapi, kehadiran pelayan cantik tak langsung mendatangkan pengunjung melimpah. Momentum itu baru dia dapat setelah potongan video ketika Molek yang berdandan seksi melayani pembeli viral di TikTok. Ditonton sampai 2,9 juta orang!
“Itu (terjadi) Januari tahun ini. Gara-gara di TikTok dan IG, viral potongan video penjual angkringan yang seksi itu. Dan di-repost oleh banyak akun,” sambung Re-bukan nama asli-, sang istri.
Memang, selain mengandalkan pelayan seksi, strategi marketing Nan adalah mengunggah video aktivitas angkringannya.
“Kami sejak awal memang sudah upload konten ke IG dan TikTok. Bikin story setiap hari biar orang nganggep kami ada,” dalihnya.
Hasilnya juga jitu. Setidaknya hingga saat ini. Pengunjung angkringan ini tak hanya warga sekitar lokasi. Tapi ada yang dari luar daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Surabaya, atau Malang.
Soal pendapatan? “Sebulan antara Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Itu buka Senin hingga Sabtu mulai pukul 20.00 hingga 01.30 dini hari,” terang Nan.
Bunga-juga bukan nama sebenarnya-pelayan angkringan yang berada di daerah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, juga mengakui bila pakaian seksi yang dia kenakan menjadi daya tarik bagi pembeli.
“Bisa jadi (tertarik karena pakaian seksi), kan dari dulu yang ngopi rata-rata cowok. Jadi, mereka lebih suka kalau yang dandan cantik,” ucap wanita 25 tahun ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah