JP Radar Kediri - KONI Kota Kediri terus bergerak agar terpilih menjadi tuan rumah porprov. Eko Agus Koko, selaku ketua, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pendataan venue yang akan digunakan. Yaitu dari 35 cabor yang tanding di Kota Kediri. "Kami sudah sampaikan ke KONI Jatim juga," terang Koko, sapaan akrabnya.
Dari jumlah itu, ada 25 venue yang akan digunakan untuk porprov. Di antaranya ada Stadion Brawijaya dan GOR Jayabaya. Mereka juga akan menggunakan gedung milik perguruan tinggi. Misalnya Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri untuk pertandingan pencak silat. Atau, mungkin, gedung milik IIK Bhakta untuk dance sport.
Koko mengakui, kondisi venue-venue yang dilaporkan kepada KONI Jatim tak sepenuhnya berstatus layak. Ada beberapa venue yang punya catatan, seperti untuk atletik.
"Kami sudah sampaikan ke pemerintah kota. Selain itu kami juga memberi referensi mengenai lintasan sintetis yang digunakan daerah lain beserta range anggarannya. Ada yang membutuhkan Rp 5 miliar hingga Rp 12 miliar. Itu pemerintah yang memutuskan," bebernya.
Baca Juga: Liputan Khusus Hari Olahraga: Mampukah Kediri Raya Jadi Tuan Rumah Porprov Jawa Timur XI 2029?
Selain atletik, pihaknya juga menyampaikan kondisi lintasan sepatu roda. Begitu pula dengan papan panjat tebing yang ada di GOR Jayabaya Kota Kediri.
Papan panjat untuk nomor boulder dan speed belum terpenuhi. Mereka baru punya satu papan speed. Padahal kebutuhannya minimal dua. Kabar baiknya, venue untuk cabor panjat tebing akan mulai dipenuhi mulai tahun ini.
"Panjat tebing butuh ditambah satu lagi (speed, Red), yang boulder tahun ini akan dibangun," katanya.
Koko mengatakan, pihaknya memang tengah berupaya keras menjadi tuan rumah porprov. Karenanya, dia secara intensif berkoordinasi dengan KONI Jatim.
Pun mencari tahu tahap-tahap yang dilalui kota lain selama proses pengajuan tuan rumah porprov. Dia berkeyakinan penuh Kota Kediri akan terpilih.
"Sembilan puluh sembilan persen saya yakin. Setelah kami laporkan ke KONI Jatim terkait data venue, saat ini kami diminta untuk membuat surat kajian," tandasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata tampak lebih tenang atas ambisi menjadi tuan rumah porprov. Dia mengaku bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendataan venue. Menurutnya, pendataan tersebut memang membutuhkan waktu lantaran Kabupaten Kediri punya wilayah yang luas.
"Jadi kami mencari opsi-opsi untuk venue-nya, karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Misalnya jarak venue dengan fasilitas penginapan atau kesehatan seperti rumah sakit," terang Hakim.
Apa yang disampaikannya memang masuk akal. Sebab, lokasi hotel maupun transportasi memang belum merata. Dia pun menyinggung terkait sirkuit grasstrack.
Meski grasstrack bisa diselenggarakan di lereng Gunung Kelud, kondisi fasilitas penginapan serta kesehatan menjadi pertimbangan sendiri. "Dari kami, grasstrack bisa diselenggarakan di daerah dekat bandara. Di situ lebih dekat dengan hotel dan lainnya," jelasnya.
Baca Juga: Sukses Grasstrack, IMI Siapkan Road Race dan Pantau Perkembangan Atlet untuk Porprov Jatim
Dia menyebut, kondisi lahan untuk grasstrack bisa menggunakan lapangan di salah satu desa yang ada di Tarokan. Hanya saja, memang perlu ada pembangunan sirkuit terlebih dahulu. Seperti membuat track beserta handicap-nya.
"Road race juga bisa di kawasan bandara nanti," tambahnya. Dia menekankan, pihaknya memang membutuhkan banyak waktu untuk pendataan venue. Sebab, untuk satu cabor, akan melihat beberapa opsi venue yang digunakan.
Tantangan selajutnya, ketika ada venue yang cocok, ternyata ada kendala pada akses menuju venue.
"Contohnya cabor balap sepeda downhill, lokasinya di Taman Kelir. Dari kondisi geografis itu menunjang. Tetapi akses menuju ke lokasi butuh dukungan pemerintah daerah, terutama aspal. Karena sementara ini, jalan untuk loading sepeda ke atas, kondisinya masih makadam," bebernya.
Dengan kata lain, kesiapan venue di Kabupaten Kediri juga bergantung pada dukungan pemerintah. Karenanya, Hakim menyebut bahwa pihaknya ingin menyusun data secara rinci mengenai opsi-opsi venue porprov.
"Pendataan terus berlanjut, setelah selesai kami akan laporkan ke KONI Jatim, kemudian insyaallah akan segera kami usulkan ke pemerintah daerah agar menjadi skala prioritas untuk memperbaiki venue agar kami bisa sukses untuk penyelenggaraan porprov," ujarnya.
Terakhir, Hakim juga optimis bahwa Kediri akan terpilih menjadi tuan rumah porprov. "Harapannya dengan adanya Kabupaten Kediri mengusulkan tuan rumah, semua pihak terkait bisa memberi dukungan," tandasnya. (emilia susanti/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita