Paduan Istirahat dan Semangat Gantinya Obat
Ngomong soal dancer sound horeg, bukan lagi dominasi para cewek. Dancer cowok pun ambil peran besar. Bahkan, ada yang banjir job dari satu kota ke kota lain.
Sosok itu adalah Seto Bayu Aji. Dancer ini terbilang tengah naik daun. Banyak diminta tampil di berbagai karnaval.
“Alhamdulillah jadwal cukup padat. Setiap hari ada hingga akhir November nanti,” aku Seto.
Perjalanannya di dunia panggung sound horeg bermula dari ketidaksengajaan. Terjadi di akhir 2025.
Baca Juga: Lipsus Melihat Dancer Sound Horeg, Antara Hobi, Tuntutan Ekonomi, dan Obat Pereda Nyeri (1)
"Dulu awalnya enggak pernah nonton sound horeg atau karnaval. Karena penasaran, akhirnya saya coba lihat check sound. Ternyata seru," ungkapnya.
Seminggu kemudian, ada direct message (DM) ke akun media sosialnya. Seseorang memintanya mengisi acara di satu karnaval desa. Meskipun sempat ragu karena tidak memiliki pengalaman tampil di panggung serupa, ia akhirnya memutuskan mencoba.
Dari panggung pertamanya di akhir November 2025 tersebut, langkahnya mulai terbuka lebar. Namanya kian dikenal. Hingga ia mulai mendapat tawaran tampil di berbagai daerah mulai dari Jombang, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, hingga lintas kota lainnya. Bahkan, dia kini juga punya tim pendukung yang bernama Team Rawon Gank.
Bagi sebagian orang, dentuman suara dengan intensitas tinggi dari sound horeg tentu membutuhkan adaptasi khusus. Seto mengakui di awal keterlibatannya, sempat kaget dengan suara yang begitu keras. Namun, karena hobi, ia justru menikmati ritme panggung tersebut.
Sebagai seorang dancer karnaval, stamina fisik menjadi taruhan utama. Setiap tampil tidak hanya menari. Juga berjalan kaki dari garis start hingga finish yang jaraknya mencapai 5 hingga 6 kilometer. Tak jarang, ia baru bisa pulang ke rumah menjelang dini hari sekitar pukul 03.00.
Seto memiliki jadwal yang padat. Sering hanya tidur dua jam. Kemudian harus beraktivitas untuk endorsement dan ke lokasi panggung berikutnya. Tapi semua dia jalani dengan semangat. Dan, menurutnya, itu yang menjadi ‘suplemen’nya selama ini. Dia mengaku tak pernah mengonsumsi obat-obatan atau lainnya.
"Kuncinya, pokoknya semangat aja, yakin bisa. Kalau istirahat ya dicukupkan, insya Allah tubuh masih kuat," dalihnya.
Baca Juga: Lipsus Melihat Dancer Sound Horeg, Antara Hobi, Tuntutan Ekonomi, dan Obat Pereda Nyeri (2)
Soal tarif, dia tidak mematok harga tinggi. Baginya, kolaborasi ini bentuk saling support antara penyewa sound, panitia pemuda desa, dan para pengisi acara. Agar suasana hajatan atau karnaval berjalan meriah dan menyenangkan.
Mengenai langkah ke depan di dunia sound horeg, dia mengikuti alur tren yang ada. Ia berkomitmen untuk terus beradaptasi, pintar mengatur waktu, serta menjaga kesehatan fisik agar bisa terus bertahan dan memberikan hiburan terbaik bagi para penikmat musik karnaval di berbagai kota. (hilda nurmala risani/fud)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri