Beragam Kisah Diaspora Kediri Merawat Kenangan Tanah Kelahiran (4) Jualan Makanan ke Sesama Diaspora Jadi Obat Kangen

Ayu Ismawati • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:32 WIB
Laa Tania Aura Salsabila berfoto bersama keluarga di Kanada. (Dok. Laa Tania)
Laa Tania Aura Salsabila berfoto bersama keluarga di Kanada. (Dok. Laa Tania)

Sudah empat tahun terakhir, Laa Tania Aura Salsabila tinggal belasan ribu kilometer jauhnya dari kota kelahirannya, Kediri. Menjadi diaspora di Edmonton, salah satu kota di Provinsi Alberta, Kanada. Keputusan yang membawanya berkelana jauh dari kampung halaman.

Alumnus SMK Negeri 3 Kota Kediri ini memutuskan menetap di Kanada setelah menikah. Sejak itu, baru sekali dia sempat mudik.

Melepas rindu dengan keluarga meski dengan waktu yang terbatas. Dan pulang ke Kediri selalu jadi pemberhentian wajibnya setiap pulang ke Indonesia. 

“Baru sekali pulang tahun lalu (2025, Red). Itupun nggak lama, paling cuma 2 mingguan,” katanya. 

Menjadi minoritas di negara paling utara di belahan Amerika Utara itu membuatnya harus kreatif. Apalagi jika sewaktu-waktu kangen dengan suasana Kediri.

Perempuan 26 tahun ini merasa, selain orang tua dan keluarga, makanan khas Kediri jadi yang paling dia kangeni. 

Baca Juga: Bikin Bangga! Tenun ‘Ready-to-Wear’ SMKN 3 Kediri Mejeng di Centrestage 10th Asia's Fashion Spotlight Hongkong

“Kalau aku yang paling kangen itu tempe sama pecel tumpang. Apalagi Pecel Tumpang-nya Anjasmoro di Jalan Dhoho itu aku paling kangen, sih,” akunya. 

Beruntung, ibu dua anak itu punya cara untuk sedikit mengobati kerinduan dengan makanan khas Kediri itu. Dia kerap membuat sendiri beberapa menu yang bisa dibuat dengan bahan yang ada.

Misalnya, membuat sendiri sambal pecel, tempe, hingga peyek untuk pelengkapnya. 

Meski dengan bahan seadanya, dia cukup percaya diri. Rasa sambal pecel buatannya di Kanada bisa hampir menyamai yang biasa dia dapatkan di Kediri. 

“Kalau bikin tempe, karena di sini cuacanya setiap dingin, dingin banget, kalau panas, panas banget, jadi terkadang gagal tempenya. Jadi terkadang nggak berhasil,” ujarnya sembari tertawa. 

Baca Juga: Simulasi Jadi Kunci Sukses Embarkasi Dhoho: Pemkab Kediri Belajar dari Jogjakarta, Uji Alur Hotel hingga Bandara

Dan, tinggal di negara asing membuat dia justru lebih dekat dengan sesama diaspora dari Indonesia. Menu khas Indonesia—termasuk Kediri—itu juga terkadang dia jual ke sesama diaspora dalam komunitasnya.

Selain mengobati rasa kangen diri sendiri, juga membantu sesama diaspora lainnya yang rindu dengan cita rasa kampung halaman. 

“Apalagi di negara yang minoritas Muslim, cari yang halal juga susah. Jadi masak sendiri. Tempe bikin sendiri, bakso bikin sendiri, pecel bikin sendiri. Jadi bisa sedikit terobati,” ungkapnya. 

 Meski tinggal jauh dari kampung halaman, Laa Tania tetap berusaha update dengan apa-apa saja yang terjadi di Kediri. Termasuk perkembangan wilayahnya hingga program-program pemerintah yang sedang berjalan.

Baca Juga: Bupati Dhito Tinjau Lokasi Calon Hotel Haji Embarkasi Bandara Dhoho Kediri, Ini Yang Dilakukan

Perempuan yang juga relawan pengajar di Association of Islamic Dakwah (AIDC) Canada itu pun melihat Kota Kediri terus tumbuh sebagai sebuah daerah. Misalnya, konektivitas yang semakin meningkat dengan adanya Bandara Dhoho Kediri.

Keberadaan fasilitas transportasi itu juga berdampak pada perekonomian daerah yang menurutnya semakin tumbuh. 

“Dengan adanya Bandara Dhoho ini jadi enak, setelah sampai Bandara Soekarno Hatta, langsung ambil flight ke Kediri dan dijemput keluarga di Kediri,” katanya. 

Sejalan dengan itu, kota ini juga terus berkembang menjadi wilayah yang semakin ramai. Dengan pembangunan yang semakin pesat, menurutnya tak menutup kemungkinan Kota Kediri akan berkembang menjadi kota yang semakin ramai dan padat.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru, Wali Kota Vinanda Makan Pecel Bareng Warga dan Resmikan Jalan Stasiun Kediri

Meski begitu, dia berharap tata letak wilayahnya tetap bisa dibuat rapi agar masyarakatnya juga selalu nyaman berada di Kediri dan kembali lagi ke Kediri.  

“Harapannya juga banyak UMKM yang ter-support untuk menghidupkan ekonomi warga lokal. Dengan begitu ketika semua sudah tertata rapi, tentunya menambah rasa kangen bagi kami diaspora, apalagi saya yang jauh di Amerika Utara,” pungkasnya. (ayu isma/fud)



Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
diaspora kota kediri smkn 3 kota kediri sambal pecel bandara dhoho diaspora