Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Melongok Kampung-Kampung ‘Keren’ yang Hidup Segan Mati pun Enggan (2): Perkuat Potensi Unggulan dengan Lebih Organik

Emilia Susanti • Selasa, 16 Juni 2026 | 03:37 WIB
Ilustrasi Kampung Tematik Kota Kediri.
Ilustrasi Kampung Tematik Kota Kediri.

Pengembangan kampung tematik di Kota Kediri mengalami tantangan tersendiri. Tak sekadar soal eksistensi pengurus atau pengelola, juga meluas soal anggaran.

Misalnya saja di Kampung Pecut. Kepala Kelurahan Kemasan Joko Purnomo mengaku bingung dengan apa yang harus dilakukan. Sebab, anggaran yang tersedia memang sedikit.

Menurutnya, Kampung Pecut seharusnya memiliki satu showroom. Showroom tersebut bisa untuk aktivitas pengurus Kampung Pecut. Termasuk mempertontonkan kesenian pecut.

“Jadi di showroom itu nanti bisa dilihat jelas struktur organisasinya. Terus juga bisa untuk memajang pecut. Misalnya ada yang panjangnya sampai empat meter bisa ditaruh di situ,” jelasnya.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (9) Warga Harus Kelola Sendiri Limbah Rumah Tangganya

Hanya saja, selain anggaran, pihaknya kesulitan membangun showroom karena keterbatasan lahan. Di sisi lain, karakteristik warga berbeda-beda. Tidak semua warga bisa terbuka untuk berdiskusi bersama. Khususnya untuk mengembangkan Kampung Pecut.

Bila diamati, struktur pengurus maupun program Kampung Pecut memang belum tersusun atau terkonsep dengan komprehensif. Misalnya dalam upaya menarik wisatawan dan pemberdayaan masyarakatnya.

“Ke depan kami akan mencoba untuk berkoordinasi (dengan Ketua Kampung Pecut),” kata Joko.

Terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno menerangkan, pengolaan kampung tematik dilakukan secara kolaboratif. Baik mengenai sarana prasarana maupun kelembagaan. Kelembagaan ini dikelola oleh masyarakat melalui wadah pokdarwis, karang taruna, dan lembaga swadaya kelurahan yang lain.

“Pemerintah Kota Kediri, sesuai arahan Mba Wali Kota, melalui Program Merata memberi dukungan alokasi anggaran untuk penyediaan sarana prasarana maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat,” bebernya.

Sampai hari ini, pihaknya tetap melakukan pendampingan. Pemkot Kediri telah bekerjasama dengan perguruan tinggi. Kerjasama untuk memperkuat konsep, pemberdayaan UMKM. Juga penyediaan sarana dan prasarana melalui kajian ilmiah maupun KKN Tematik.

Erwin-sapaan akrabnya-mengakui pihaknya juga mendapati Kampung Tematik yang tidak berkelanjutan. Dalam hal ini Pemkot Kediri juga telah mencatat beberapa poin yang menjadi faktor penyebabnya. Salah satunya terkait dengan pergantian kepengurusan lembaga keswadayaan kelurahan.

“Ada lembaga yang tidak satu visi dengan pengurusan sebelumnya dalam mengembangkan potensi kampung tematik. Karenanya, strategi Pemkot saat ini bukan merumuskan atau menetapkan kampung tematik baru yang bersifat formal tetapi lebih mendorong untuk memperkuat sentra pengembangan potensi unggulan kelurahan yang lebih organik,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kharisma Evan mengatakan, pihaknya aktif memberi dukungan terhadap pengembangan wisata yang ada di Kota Kediri. Dalam hal ini termasuk Kampung-kampung Tematik.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (11) Bersihkan Sungai Kedak di Puncak Rangkaian Ekspedisi

Hanya saja, dukungan tersebut lebih kepada pokdarwis, yang kebanyakan mengelola kampung tematik. Upaya dukungan itu adalah diwujudkan dalam keikutsertaan dalam pameran yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, seperti Festival Dewi Cemara.

“Pelaksanaannya setiap setahun sekali, tempatnya berganti. Di sini kami kirim pokdarwis untuk ikut serta, di sana nanti mereka presentasi untuk mempromosikan,” terang Evan-sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, kesempatan untuk mengikuti festival itu diberikan secara bergiliran kepada pokdarwis yang ada. Sebelum mengikuti festival, pihaknya akan melakukan pendampingan terlebih dahulu.

“Selain itu kami juga ada bimtek, pameran, lalu juga pembuatan video pengenalan,” tandasnya saat merinci upaya yang dilakukan untuk mengembangkan wisata di Kota Tahu.(emilia susanti/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kampung keren #kampung tematik #kampung pecut #pokdarwis kota kediri #pemkot kediri