Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menyambung Asa di Hari Thalassemia Sedunia di Kediri (2) Skrining demi Memutus Rantai Penderita Mayor

Ayu Ismawati • Sabtu, 9 Mei 2026 | 02:36 WIB
Ilustrasi penyandang Thalassemia. (Ilustrator: Afrizal)
Ilustrasi penyandang Thalassemia. (Ilustrator: Afrizal)

Membicarakan thalasemia tidak hanya sebatas penyediaan akses pengobatan saja. Upaya preventif juga tak kalah penting. Salah satunya dilakukan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah.

Memang, pernikahan kini tak lagi sekadar urusan administrasi dan kesiapan pesta. Di Kota Kediri, pasangan calon pengantin juga diminta memastikan kondisi kesehatannya sebelum melangkah ke pelaminan.

Tahapan pra-nikah itu bertujuan memutus rantai kelahiran thalasemia mayor baru.

Sejak beberapa tahun terakhir, skrining kesehatan wajib dilakukan sebagai salah satu syarat pernikahan. Layanan itu diberikan Dinkes Kota Kediri melalui puskesmas-puskesmas secara gratis. Itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit genetik yang hingga kini masih membutuhkan transfusi darah seumur hidup.

Baca Juga: Puluhan Anak MenderitaTalasemia di Kediri, Ketua POPTI: Anak Talasemia Butuh Akses Mudah, Bukan Hanya Transfusi

“Kalau carrier (pembawa, Red) ketemu carrier, kemungkinan besar anak yang dilahirkan menjadi thalasemia. Sehingga perlu dicek terlebih dahulu antarpasangan ini, ada enggak potensi carrier. Salah satunya dengan skrining,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Candrajaya.

Candra menegaskan, skrining kesehatan itu tidak lagi sekadar imbauan. Melainkan menjadi salah satu persyaratan pasangan calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.

Saat mendaftar di kantor urusan agama (KUA), pasangan diminta menunjukkan bukti telah menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas. “Kalau belum ada bukti pemeriksaan, disuruh balik dulu (untuk mengurus),” katanya.

Meski demikian, hasil skrining bukan untuk menentukan seseorang boleh menikah atau tidak, terlepas dari hasilnya. Pemeriksaan lebih difokuskan pada edukasi dan deteksi dini agar pasangan mengetahui status kesehatannya masing-masing.

Baca Juga: Para Penderita Talasemia Berjuang Mendapatkan Kemudahan Akses Layanan Kesehatan, Bolak-Balik Jombang-Kediri Demi Setetes Darah

“Jadi bukan berarti nggak boleh menikah (jika terdeteksi carrier). Hanya saja mungkin ada beberapa yang perlu dipikirkan untuk menunda kehamilan—tapi kalau ini jarang ditemui. Misalnya kasusnya kena Lupus, dia mengalami auto imun. Tapi bukan untuk menunda pernikahan. Melainkan ada beberapa pemeriksaan yang hasilnya kami sarankan untuk menunda kehamilan,” bebernya.

Dinkes mencatat, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan pranikah mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah calon pengantin yang datang ke puskesmas sebelum menikah.

Meski demikian, ada tantangan yang masih harus dihadapi. Kewajiban skrining kesehatan itu hanya mengikat bagi pasangan yang akan mengurus pernikahan resmi melalui Kementerian Agama.

Sedangkan kenyataannya, masih banyak ditemui pernikahan yang tak tercatat negara.

Baca Juga: Pelopor Orang Tua Donor Penyandang Thalassemia

“Itu juga yang kami agak kesulitan. Kembali kepada persyaratan pernikahan itu kan juga status kependudukannya harus jelas. Kalau ada kasuistis seperti itu, seandainya kita mengetahui atau ada laporan, kami tetap mengedukasi melalui bidan wilayah di masing-masing kelurahan untuk diajak ke puskesmas,” terang Candra.

Karena itu, edukasi terus diperluas. Tidak hanya kepada calon pengantin, tetapi juga remaja sekolah hingga mahasiswa. Harapannya, kesadaran tentang pentingnya skrining kesehatan tumbuh sejak dini.

“Edukasi ini juga penting untuk mengajarkan bagaimana cara melakukan perawatan penyandang Thalasemia. Karena adik-adik Thalasemia ini kan tetap harus kita dampingi, kita rawat, dan selalu pantau status kesehatannya,” pungkas Candra. (ayu isma/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#thalassemia #talasemia #skrining #dinas kesehatan kota kediri #puskesmas