Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Ketika Masyarakat Heboh dengan Melambungnya Harga Plastik (3), Momentum Diet Penggunaan Plastik, Sayangnya Minim Pengawasan

Ayu Ismawati • Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB
Masyarakat saat berbelanja di Pasar Bandar Kota Kediri. Penggunaan plastik masih cenderung tinggi di pasar tradisional meskipun harganya melambung. (Foto: Wahyu Adji)
Masyarakat saat berbelanja di Pasar Bandar Kota Kediri. Penggunaan plastik masih cenderung tinggi di pasar tradisional meskipun harganya melambung. (Foto: Wahyu Adji)

 

Naiknya harga plastik bagaikan dua sisi mata koin. Bagi pelaku ekonomi kecil yang bergantung pada plastik, situasi ini tentu bikin pusing. 

Namun, naiknya harga plastik berpotensi memicu penurunan penggunaan. Otomatis juga mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai dan styrofoam.

Di beberapa daerah, ‘diet’ plastik sekali pakai sudah ditegaskan dalam bentuk regulasi. Salah satunya di Kota Kediri yang sudah memiliki peraturan wali kota (perwali) pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, dari perspektif lingkungan hidup, situasi ini menjadi momentum kuat. Yaitu menyadarkan masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Ini menjadi momen untuk menyadarkan kita semua untuk mengurangi penggunaan plastik. Dimulai dari mana? Ya mulai dari kita sendiri, dari lingkungan terkecil di keluarga,” kata Indun.

Baca Juga: Imbas Konflik, Harga Plastik Naik Banyak Pedagang Mengeluh Takut Ditinggal Pembeli

Dalam Perwali 30/2023 itu, pembatasan ditujukan terhadap plastik sekali pakai jenis kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik.

Aturan itu diterbitkan untuk mengurangi timbulan sampah dari plastik sekali pakai yang sulit terurai oleh proses alam. Indun mengatakan, pelaksanaan aturan itu sudah dimulai oleh instansi-instansi pemerintah dan tempat perbelanjaan modern. 

“Instansi pemerintah maupun dunia usaha ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Tetapi memang kita belum punya regulasi yang cukup kuat untuk bisa memberikan punishment kalau masih menggunakan plastik,” beber Indun.

Belum adanya regulasi dan mekanisme sanksi yang tegas itu juga yang disinyalir menyebabkan pelaksanaan perwali ini masih terbatas. Selain tempat perbelanjaan modern, banyak aktivitas perdagangan yang masih menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Baca Juga: Harga Plastik 2026 Melonjak, Biaya Produksi Naik dan Inflasi Mengintai

“Kalau di instansi-instansi saya lihat sudah mulai berjalan. Walaupun belum efektif, tapi setidaknya sudah ada usaha untuk mengurangi penggunaan plastik,” akunya, ditemui di kantor DLHKP Kota Kediri kemarin (10/4).

Dengan timbulan sampah Kota Kediri yang rata-rata mencapai 140 ton per harinya, mulai mengurangi penggunaan plastik menjadi suatu keharusan.

Berdasar data DLHKP Kota Kediri, 80 persen dari timbulan sampah yang masuk tempat pemrosesan akhir (TPA) merupakan sampah organik. Sebab, sebagian sampah plastik sudah terpilah di beberapa TPS dan TPS3R yang tersebar di Kota Kediri. 

“Kalau yang sampah plastik seperti botol minuman dan tempat-tempat makanan itu lebih banyak sudah dipilah masyarakat di tingkat TPS dan TPS3R. Kalau yang di TPA, rata-rata kresek yang membungkus sampah-sampah organik,” urainya.

Indun mencontohkan, melalui pemilahan di TPS3R itu rata-rata bisa mereduksi sampah hingga 5 – 10 persen. Saat ini, baru sedikit TPS maupun TPS3R yang sudah mampu mereduksi sampah hingga di atas 10 persen.

Baca Juga: Problem Sampah Kian Pelik, Bagaimana ‘Nasib’ Perwali Pembatasan Plastik di Kota Kediri?

Kembali ke kampanye pengurangan sampah sekali pakai, Indun menegaskan, aturan itu tidak bisa berjalan maksimal tanpa kesadaran dari masyarakat. Bahwa mengurangi plastik harus dimulai dari lingkup terkecil masyarakat. Seperti dimulai dari keluarga dan rukun tetangga.

“Dengan terjadinya kenaikan harga plastik yang lagi happening sekarang, memang ada sisi positifnya. Berarti penggunaan plastik di masyarakat bisa diminimkan. Kalau penggunaan plastik di masyarakat minim, kualitas lingkungan di Kota Kediri juga semakin bagus,” pungkasnya. (ayu isma/fud)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#TPS3R #tpa #lingkungan hidup #plastik #DLHKP Kota Kediri