Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Kajian Islam Non-pesantren yang Marak di Kediri Raya (15): Ustad Rifky Datang, Masjid Al Irsyad Bisa Penuh

Emilia Susanti • Kamis, 5 Maret 2026 | 03:30 WIB

Ustad Kholil Bustomi saat mengisi kajian di Masjid Al Irsyad, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota.
Ustad Kholil Bustomi saat mengisi kajian di Masjid Al Irsyad, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota.

Kajian di Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kediri sudah berjalan 15 tahun lebih. Tak hanya jemaahnya saja yang kian banyak, kuantitas pengajian pun bertambah. Dari rutinan sebulan sekali menjadi dua kali seminggu.

EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri

Masjid Al Irsyad berada di Jalan Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri. Setiap Senin dan Rabu, masjid ini ramai didatangi masyarakat.

Tak hanya warga Kelurahan Kaliombo, juga masyarakat sekitarnya. Bahkan hingga luar kota, seperti dari Pare, Kandangan, Ngadiluwih, hingga Banyakan. Semua tempat itu masuk wilayah Kabupaten Kediri.

Mereka semua rela datang ke masjid ini demi mengikuti kajian. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Tergantung dari materi kajian atau ustad yang memberi materi.

“Paling ramai biasanya saat ustad Rifky Ja’far Thalib dari Kasembon, Malang. (Jemaah yang datang) bisa sampai tiga ratus orang,” ujar Shodik, takmir Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kediri.

Pria berusia 62 tahun itu pun mulai bercerita. Seingatnya, kajian pertama di Masjid Al Irsyad berlangsung 2010 silam. Kala itu, Rifky Ja’far Thalib merupakan pengisi materi. Waktunya, setelah Maghrib. Bila kurang, biasanya diteruskan setelah Isya.

“Dulu yang ngaji ya hanya beberapa orang. Katakanlah sepuluh orang, dua puluh orang. Sekarang (masjid) sampai penuh,” ceritanya sembari menyebut kajian masih berlangsung selama satu bulan sekali.

Seiring berjalannya waktu, popularitas Rifky Ja’far Thalib meningkat. Kajian di Masjid Al Irsyad pun mulai dikenal. Konsistensinya bisa dijaga dengan baik walaupun untuk waktunya tidak menentu. Yang jelas, setiap satu bulan sekali pasti ada.

“Kajiannya berhenti pas (pandemi) Covid aja,” terang Shodik sembari menyebut kajian rutinan juga berhenti saat Ramadan seperti sekarang ini.

Menariknya, usai pandemi, kajian makin berkembang. Tidak lagi satu bulan sekali. Melainkan seminggu dua sekali. Setiap Senin dan Rabu. Pematerinya juga tak seorang, bukan hanya ustad Rifky. Melainkan ada beberapa lagi.

Shodik pun merinci jadwal. Senin pertama diisi oleh ustad Kholil Bustomi. Senin kedua pengisinya ustad Umar Hisyam Karaman. Senin ketiga oleh ustad Muhammad Hatta. Senin keempat oleh Abud Quddus Mukhoddam. Serta, Aenin kelima oleh ustadz H Abdul Karim Hasan.

Di Rabu pertama dan ketiga, kajian akan diisi oleh ustad Rifky Ja’far Thalib. Kemudian Rabu kedua oleh ustad H Ahmad Rifai, Rabu keempat oleh ustad H Hamam Tantowi, dan Rabu Kelima oleh ustad H Abdul Karim Hasan.

“Tema kajiannya beda-beda,” terang Shodik.

Ya, setiap ustad memang membawa materi yang berbeda-beda. Ada yang membahas kisah Nabi Muhammad SAW. Ada yang menerangkan tentang hari akhir. Juga ada yang membahas tentang sejarah Islam, ilmu hadits, dan lainnya.

Karena itulah jumlah jemaah yang mengikuti kajian bisa berbeda-beda. Jika temanya memang menarik, jamaahnya akan lebih banyak.

“Kalau ramai, halaman ini sampai penuh,” tandasnya.(fud)

Untuk mendapatkan berita-   berita terkini    Jawa Pos    Radar Kediri   , silakan bergabung di saluran WhatsApp "   Radar Kediri   ". Caranya klik link join   saluran WhatsApp Radar Kediri.   Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #kajian #ramadan