Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Minat Masyarakat Kediri Tinggi, Pengusaha Kafe Optimistis Bisa Eksis

Emilia Susanti • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:47 WIB
Ilustrasi budaya
Ilustrasi budaya

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bisnis kuliner, termasuk kafe dan kedai kopi yang terus menggeliat, membuat para pengusaha optimistis. Mereka yakin usahanya bisa survive dan berkembang meski upah minimum kota (UMK) Kediri Raya tak setinggi kota-kota besar di Jatim.

Operational Manajer Cold N Brew Aldian Qodri Iswandana Setiawan mengatakan, pihaknya menyadari penuh jika UMK Kota Kediri memang tak sebesar di kota besar seperti Surabaya. Namun, dia yakin perusahaan sudah membuat studi sebelum melakukan ekspansi ke Kota Kediri.

"Kami optimistis bisa eksis di Kediri. Saya lihat memang sedang menggeliat ya industri kuliner di Kediri," ujar pria yang akrab disapa Aldian itu.

Untuk diketahui, Cold N Brew yang ada di Kota Kediri ini merupakan gerai keempat di Jawa Timur. Tiga gerai lainnya berada di Surabaya.

Pantauan koran ini, harga produk makanan dan minuman di gerai Kota Kediri ini sama dengan yang ada di Surabaya.  "Karena target market kami juga jelas. Target kami itu memang untuk orang-orang yang sedang bekerja," tekannya.

Selebihnya, meski merupakan pemain baru, menurut Aldian pihaknya memiliki produk yang berbeda dengan kompetitor. Penawaran itulah yang menurutnya bisa membuat kafe tempatnya bekerja bersaing dengan kedai kopi lainnya. Tak terkecuai kedai kopi milik pengusaha lokal.

Aldian mengaku tak menyangka masyarakat Kediri sangat antusias. Melihat pasar yang bergairah itu, dia mengaku akan berusaha menjaga agar traffic pengunjung tetap tinggi.

"Kami berangkat bukan dari coffee shop yang satu atau dua tahun. Dalam artian, di setiap coffee shop kami buka pasti kami mengalami FOMO seperti ini. Jadi kami harus tetap bisa maintanance dari awal kami buka sampai nanti ke depan. Itu sih," tandasnya.

Sementara itu, keberadaan brand kopi besar di Kediri tidak membuat gusar pemilik kedai kopi di Kediri. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Arief Priyono, pemilik kafe SK Coffee Lab. Menurutnya, ada sisi positif yang didapatkan ketika ada kafe dari brand besar yang masuk ke Kediri.

"Ada brand besar masuk itu saya akan senang karena secara pricing psychology itu pasar jadi paham bahwa harga kopi yang layak ya seperti itu. Yang bagus ya segitu. Artinya mungkin yang dulu ngopi Rp 15 ribu kemahalan kena kopi Rp 35 ribu jadi normal," bebernya. (emilia Susanti/ut)

 

Editor : rekian
#kafe #kediri #gerai kopi #ngopi kediri #nongkrong #Budaya Ngopi