KEDIRI, JP Radar Kediri- Terkait maraknya kasus kredit fiktif mendapat tanggapan pihak BRI. Menurut Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Cabang BRI Kediri Rulita Indra Puspitasari, pihaknya berkomitmen kuat menerapkan zero toleransi terhadap setiap tindakan penipuan. Serta menjalankan operasional bisnis sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
“Sebagai bentuk tindakan tegas, BRI juga terus memperkuat sistem pengawasan, pengendalian internal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya.
Menurutnya, BRI selalu proaktif dalam mendeteksi, menginvestigasi, dan mengungkap kasus-kasus penipuan.
Baca Juga: Ini Tanggapan Pengamat Ekonomi Soal Maraknya Kredit Fiktif di BRI, Bank BUMN
Termasuk menerapkan langkah preventif pada unit kerja. Serta memastikan operasional bisnis berjalan sesuai prinsip kehati-hatian perbankan.
“BRI terus berupaya menjaga integritas dan kualitas layanan dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai standar kepatuhan,” jelasnya.
Hanya saja, dia enggan menjabarkan bagaimana pola pengawasan dan penyiaran yang dilakukan pihak bank.
Baca Juga: Fenomena Kredit Fiktif di BRI, Bank BUMN yang Marak Terjadi di Kediri
Termasuk ketika mendapati adanya pegawai yang tidak melakukan pekerjaan sesuai SOP.
Di kesempatan terpisah, Pimpinan Cabang BRI Pare Tri Suseno menambahkan, bahwa dari seluruh kasus dugaan kredit fiktif ataupun percaloan yang muncul itu hasil proses pengawasan dan pengungkapan BRI sendiri.
Hal itu merupakan komitmennya untuk menjadi korporasi yang menerapkan GCG.
“Dan juga komitmen kuat kita untuk menjaga keamanan keuangan negara maupun nasabah keuangan,” jelasnya sambil berterima kasih karena ada kepedulian untuk melakukan pemantauan.
Baca Juga: Liputan Eksklusif : Maju Mundur Koperasi Merah Putih (1)
Dia mengatakan, memastikan bahwa terjadi, dari internal selalu bahwa setiap penyimpangan langsung tindaklanjuti melalui mekanisme secara internal.
Termasuk melibatkan tim audit serta investigasi berlapis. Menurutnya, BRI tidak menoleransi tindakan yang melangar ketentuan.
“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang apabila ditemukan unsur-unsur pelanggaran atau unsur yang melanggar dapat menyebabkan kejahatan,” jelasnya.
Baca Juga: Geliat Pasar Gombek Gringging Kediri dan Bisnis Thrifting di Tengah Larangan Impor Pakaian Bekas
Dia mengatakan, bahwa BRI Cabang Pare secara teratur melakukan audit. Di luar itu, di BRI Pare juga terdapat petugas di lini kedua untuk bertugas memitigasi risiko dan menjamin agar aktivitas pengkreditan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tiap bulan ada monitoring berkala dari tim yang ditempatkan di kantor cabang,” jelasnya.
Soal calo, Tri pastikan hal itu tidak diperbolehkan . Pihaknya juga selalu mengampanyekan alur dan prosedur kredit yang benar untuk masyarakat.
Baca Juga: Pengamat Ekonomi di Kediri Sebut Larangan Impor Pakaian Bekas Tak Serta Merta Angkat Produk Lokal
“Jadi kami betul-betul mengampanyekan itu. Supaya semua proses itu transparan. Melalui petugas BRI yang sah. Konteks dalam hal ini percaloan dilarang,” tegasnya.
Dia mengatakan, sesuai prosedur, nasabah harus datang sendiri ke kantor untuk mengajukan permohonan kredit.
Setelah itu pihak BRI melakukan verifikasi berkas. Jangan lupa dilakukan verifikasi lapangan, melihat antara berkas dengan aslinya sesuai tidak.
Baca Juga: Eksklusif! Liputan Khusus di Hari Guru Nasional: Guru Honorer Menggapai Asa Sejahtera (2)
Termasuk kalau untuk kredit usaha, jenis usahanya sesuai atau tidak. Sehingga BRI dapat menentukan kemampuan usaha nasabah tersbut pantasnya diberikan kredit besaran berapa dan jangka waktu berapa.
“Poin kritisnya, nasabah itu yang mengajukan permohonan langsung ke bank. Saya selalu mengkampanyekan seperti itu.
Baca Juga: Liputan Khusus : Ironi KONI Kota Kediri, Prestasi Oke tapi Anggaran Masih Memble
Tidak ada yang mengajukan kredit ke pihak ketiga, itu nanti bisa dimanfaatkan. Langsung ke bank,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian