Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ekslusif! Liputan Khusus: Berkali-kali Dirazia tapi Angkringan Penjual ‘Es Moni’ Tetap Saja Menjamur (2)

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:24 WIB

 

Ilustrasi penjual es moni, es yang bercampur alkohol
Ilustrasi penjual es moni, es yang bercampur alkohol

Pelarian Kelas Bawah yang Bisa Rusak Organ Dalam 

 

Kenapa es moni marak dijual dan diminati banyak masyarakat? Jawabannya karena menjadi pelarian. Terutama bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Mereka tak memiliki akses untuk mendapatkan minuman beralkohol mahal. Sehingga ‘berkreasi’ dengan yang murah meriah.

Setidaknya hal itu menurut analisa pengamat sosial Elis Yusniyawati SSos MIKom CMC. Menurutnya, bagi orang yang ingin merasakan sensasi melayang dengan minuman beralkohol namun tidak punya uang, bisa dengan membeli es moni yang harganya murah.

“Suguhan murah yang membantu pelarian diri dari kenyataan hidup,” jelasnya.

Hal itulah yang membuat penjualnya juga marak. Karena peminatnya tidak sedikit, penjual pun juga akan menyediakan. 

“Keuntungan dari pembelian ulangnya kan lumayan. Kerap kali penjual menggunakan prinsip selama gak ketahuan kan bakal untung. Itu kenapa penjualan pasti berkedok es cekek sachetan,” jelas Komisioner Komisi Informasi (KI) Jatim itu.

Walaupun kandungan alkoholnya tidak setinggi jika minum miras satu botol, namun, es moni juga bisa membahayakan bagi kesehatan.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Nieken Dewi Pamikatsih SSi APT mengatakan, bahwa miras masuk dalam zat adiktif. Atau zat yang dapat mengakibatkan ketergantungan.

Secara kimiawi, alkohol sendiri memiliki efek iritan.

“Ke dalam tubuh itu pastinya iritan. Jadi menimbulkan iritasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, alkohol yang masuk ke mulut kemudian masuk ke saluran pencernaan akan berdampak pada organ dalam tubuh. Mulai dari sariawan, hingga gangguan pada ginjal, hati, jantung, serta lambung. Apalagi kalau pemakaian jangka panjang.

Baca Juga: Sisir Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri, Satpol PP Temukan Angkringan Jual Miras Es Moni

Belum lagi nanti efeknya ke susunan saraf pusat. Alkohol bersifat depresan yang mana bisa menurunkan sistem kerja susunan saraf pusat. 

“Jadi nanti akhirnya orangnya menjadi kesadarannya terganggu,” terangnya. 

Sementara itu, sifatnya minuman berenergi meningkatkan fungsi tubuh. Tak ubahnya seperti doping. 

“Ibaratnya doping jadi supaya orang itu mungkin energinya bertambah, kuat, dan lain-lain,” jelas ketua Tim Kerja Farmasi, Makanan dan Minuman di Dinkes Kabupaten Kediri itu. 

Walaupun minuman berenergi yang beredar di pasaran sudah sesuai izin BPOM, namun tidak disarankan jika digunakan secara berkepanjangan. Karena bisa memaksa tubuh bekerja secara ekstra terus menerus. 

“Jadi nanti biasanya kalau terus terforsir biasanya orang hilang lelahnya atau menipis lelahnya. Rasa kantuknya, misalkan ada efek seperti itu, otomatis nyetir yang seharusnya dalam 2 jam, 3 jam, atau 4 jam harus berhenti dia kuat sampai 8 jam, mungkin 10 jam. Ini kan tidak baik kalau terus-menerus,” terangnya. 

Menurutnya, minuman berenergi sebenarnya tidak masalah jika diminum dengan campuran lain, seperti susu. Asalkan tidak diminum secara terus menerus. 

Menurutnya, yang berbahaya jika dicampur dengan alkohol. Dengan efek alkohol yang tidak baik, kemudian ditambah dengan minuman berenergi, bisa jadi menimbulkan reaksi kimia. Bisa menurunkan atau menaikkan efek minuman berenergi. 

“Jika ditambahkan ini nanti mestinya akan ada reaksi-reaksi. Hanya saja kan untuk reaksi ini nanti kan harus butuh penelitian secara kimiawi di laboratorium,” jelasnya. 

Adapun efek keduanya jika digabungkan, menurut Nieken, efeknya pada organ, seperti jantung dan ginjal. 

“Karena minuman berenergi sendiri itu kan bahan kimia yang harus disaring nanti dalam tubuh. Itu biasanya ginjal yang kena. Terus efeknya pasti nanti kerja jantung. Karena diforsir. Jadi efeknya bisa dobel dobel,” terangnya. (muhamad asad muhamiyus sidqi/fud) 

Editor : Mahfud
#Es Moni #arak jawa