Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Eksklusif! Liputan Khusus Mengurai Sebab Kemacetan Simpang Empat Veteran

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 14:58 WIB
Ilustrasi suasana macet di Simpang Empat Jalan Veteran
Ilustrasi suasana macet di Simpang Empat Jalan Veteran

Demi Kejar Waktu, Lampu Merah Tak Berlaku 

Macet, macet, macet! Suasana yang membuat emosi ini nyaris selalu terjadi setiap pagi di simpang empat Veteran, Kota Kediri. Penyebabnya, banyak yang terburu-buru dan saling ingin mendahului.

 

Hari masih pagi. Jarum jam juga baru menunjukkan pukul 6.30. Namun, kepadatan sudah terasa di simpang empat Jalan Veteran. Di titik ini, barisan kendaraan bermotor mengular di semua sisi. 

Parahnya, suasananya tak teratur. Deru kendaraan berbaur dengan bunyi klakson yang berbunyi di sana-sini. Bising, membuat pusing.

Lebih parah lagi, semua orang seperti tak sabar. Berusaha saling mendahului. Tak peduli lampu menyala merah, bila ada kesempatan pengguna jalan akan tetap melintas. Selama ada celah agar bisa lewat, mereka akan lakukan. Meskipun melanggar peraturan. Dan, walaupun ada petugas kepolisian!

“Simpang empat Veteran ini memang menjadi pusat perhatian kemacetan lalu lintas setiap pagi. Dari awal memang seperti itu, karena kurangnya ketertiban pengguna jalan,” Iptu Murnianto, kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (kanit Turjawali) Satlantas Polres Kediri Kota, mengakui.

Lalu, mengapa para pengguna jalan tak mau tertib? Menurut sang Kanit, kebanyakan pengguna jalan terburu-buru. Mereka berusaha saling mendahului. Baik itu yang melaju ke arah Jalan Veteran, Jalan Kawi, maupun Jalan Penanggungan. Tak heran jika kemacetan lalu lintas cukup parah itu bisa terjadi. 

Ironisnya, mereka kemudian tak memedulikan lagi rambu. Meskipun lampu lalu lintas menyala merah, banyak yang tetap melintas. Baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat. Dan, mereka melakukan itu tanpa rasa sungkan.

“Padahal (di sisi lainnya) traffic light bewarna hijau, juga sudah mulai berjalan. Akhirnya terjadilah penumpukan kendaraan di simpang empat Veteran itu,” imbuh lelaki yang dikenal murah senyum ini.

Belum lagi soal parkir. Banyak pengantar anaknya ke sekolah yang memarkir kendaraannya sembarangan. Melebihi batas yang disediakan. Tentu saja ini sangat mengganggu pengguna jalan lain.

“Biasanya kemacetan ini terjadi pukul 07.00. Pengendara baik anak sekolah maupun pekerja seringkali berangkat ke lokasi tujuan terburu-buru. Tak heran jika mereka mempertaruhkan nyawa dengan menerobos rambu lalu lintas demi sampai lokasi tepat waktu,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Lalu, bagaimana sikap polisi? Tentu saja, menurut Iptu Murnianto, mereka tak tinggal diam. Polisi berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri. Mencoba mengatur durasi traffic light sesuai kebutuhan.

“Pengaturan traffic light ini sudah tidak dilakukan secara manual. Petugas akan memantau melalui CCTV. Mana kala ada (sisi) yang antre panjang maka durasi bewarna hijau akan ditambah waktunya,” terangnya, sembari menyebut ada operator dishub yang terus stand by.

Lainnya, Satlantas Polres Kediri Kota menempatkan empat personel kepolisian di setiap titik kemacetan. Agar pengendara roda dua dan roda empat tak berani melanggar rambu lalu lintas maupun marka jalan.

Kedatangan petugas pun lebih pagi. Bila biasanya pukul 6.15, mereka datang lima belas menit lebih awal. Tujuannya agar deteksi kemacetan bisa lebih dini dan segera tertangani.

Toh, semua upaya itu tak akan efektif bila pengguna jalan tetap saja bersikap semaunya. Karena itu, Iptu Murnianto meminta pengendara motor, baik pelajar maupun pekerja, bisa lebih tertib. Termasuk me-manage waktu dengan baik.

Jika pukul 7.00 harus berada di lokasi, berangkanya harus lebih awal. Agar berkendara lebih tenang dan keselamatan terjaga.

Bagaimana dengan pihak sekolah? Mereka pun ingin ikut mengurangi kemacetan ini. Seperti mengubah aturan siswa yang mengendarai sepeda motor.

Sebelumnya, siswa harus menuntun kendaraannya sejak gerbang sekolah. Kini, aturan itu diubah.

“Sekarang siswa bisa menaiki sepeda motornya sampai halaman. Kemudian baru  menuntunnya ketika di gerbang tengah hingga parkiran,” kata Plt Kepala SMAN 1 Kota Kediri Arif Syah Putra, yang sekolahnya ada di Jalan Veteran.

Hasilnya? Menurut Arif efektif. Penumpukan kendaraan di depan sekolahnya berkurang banyak. 

Dia mengakui, siswa memang harus selalu diingatkan dan diberi pembinaan. Sebab, dari sisi usia dalam fase mencari jati diri. 

Selain itu, mereka membawa kendaraan sendiri karena kebutuhan. Meskipun seringkali belum punya surat izin mengemudi (SIM). 

“Rumahnya jauh dan kegiatannya banyak jadi salah satu faktor kenapa meskipun belum memiliki SIM mereka tetap berani membawanya. Terkadang setelah pulang sekolah, siswa ada yang masih kegiatan ekstrakurikuler dan ikut bimbingan belajar,” paparnya.

Arif berpesan agar para pelajar terus meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Serta berangkat di awal waktu agar tidak berkendara ugal-ugalan. Sebab dengan menjaga keselamatan diri, keselamatan orang lain pun juga ikut terjaga saat berkendara di jalan raya. (hilda nurmala risani/fud)

Editor : Mahfud
#macet #polisi #jalan veteran