Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dolanan Hilang, Budaya Lokal pun Tak Dikenal 

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 17:33 WIB

 

Ilustrasi kecanduan gawai dan melupakan dolanan tradisional.
Ilustrasi kecanduan gawai dan melupakan dolanan tradisional.

Sudah lama permainan tradisional-dulu biasa disebut dolanan-hilang ditelan zaman. Tertelan pesatnya teknologi informasi dan digitalisasi. Padahal, dolanan itu penuh nilai-nilai luhur kearifan lokal.

               --------------------------------

Rara-sebut saja begitu-adalah bocah berusia delapan tahun. Masih duduk di kelas 1 salah satu sekolah dasar (SD) negeri di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Saat itu matanya tertuju pada layar handphone yang memutar video penyanyi idolanya.

“Ini namanya Jennie. Cantik dan lincah saat nge-dance,” ucapnya sembari mengikuti gerakan penyanyi anggota Blackpink, grup band K-pop yang terkenal.

Saat mengikuti gerakan dance itu, mulut si bocah tak pernah berhenti bersuara. Menyebut berbagai macam lagu yang sedang viral. Meskipun tidak mengerti artinya, perempuan kecil ini fasih menyanyikannya dalam Bahasa Inggris.

“Keren kan gerakan yang aku lakukan. Sudah seperti Jennie sesungguhnya,” ujarnya sembari melempar senyum.

Lima menit kemudian barulah Rara meletakkan ponsel. Duduk dengan tenang, bersedia menjawab beberapa pertanyaan.

Bocah yang hafal betul nama-nama anggota grup band Blackpink-seperti Lisa, Jennie, Rose, Jisoo hingga Miyeon itu mengaku lebih senang melihat Youtube. Setidaknya bila dibandingkan harus berkumpul bersama temannya untuk bermain permainan tradisional.

“Mending menghafal gerakan ini (dance Blackpink, Red) untuk ditampilkan saat perpisahan,” dalih sang bocah.

Tapi, kesukaan Rara pada Blackpink ini mahal harganya. Tak jarang orang tuanya harus mengeluarkan uang lebih banyak guna memenuhi keinginan sang anak membeli perintilan bergambar dan bertuliskan Jennie. Seperti jaket, botol minum hingga snack yang sedang tren.

Mirisnya update terkait budaya K-Pop tidak sebanding dengan pengetahuannya terhadap budaya lokalnya. Jawa Pos Radar Kediri mencoba memberikan enam pertanyaan sederhana. Yang mampu dijawab hanya tiga dan itupun membutuhkan waktu yang lama. 

Baca Juga: Tim Dosen UNP Kediri Programkan Ekowisata Olahraga Tradisional di Kampung Dolanan Semampir Kota Kediri

Lebih parah lagi ketika ditanya soal permainan tradisional. Sang bocah tak tahu satu pun jenis permainannya.

“Apa ya permainan tradisional. Aku tahunya game di playstore,” jawabnya.

Rara bukan satu-satunya bocah yang lebih paham budaya negara lain daripada budaya lokal. Ada enam anak yang ditemui secara acak yang coba ditanya. Mereka berusia 8 sampai 15 tahun.

Hasilnya, mereka bisa menjawab pertanyaan terkait sejarah lokal meskipun membutuhkan waktu lama. Namun, ketika dihadapkan pada pertanyaan permainan tradisional, anak-anak itu sangat kesulitan untuk menyebutkannya.

“Dewi Sekartaji dan Jaranan asalnya Kediri. Kalau permainan tradisionalnya aku kurang tahu.”

Kutipan di atas adalah jawaban dari Keke, bocah 14 tahun siswa salah satu SMP di Kota Kediri. Terlihat kebingungan dan kelabakan saat ditanya detail budaya lokal yang ada didaerahnya. 

“Kalau ditanya permainan dan makanan yang sedang viral aku tahu. Kayak squid game, odeng, dan corndog,” akunya.

Ya, remaja seperti Keke lebih banyak menghabiskan waktu untuk scrolling medsos demi mengikuti tren dibanding searching budaya lokalnya. Masa yang dia gunakan untuk scrolling hal yang sedang viral bisa lima jam dalam sehari. Sementara untuk searching budaya lokal hanya ketika ada tugas sekolah saja.

Hal serupa terjadi pada diri El, siswa SMP kelas 9 di Kota Kediri. Ketika ditanya K-Pop dia sangat tahu.

“Aku fans berat NCT Dream,” ungkapnya sembari melempar senyum.

Tapi, ketika ditanya permainan tradisional dia tak bisa menjawab. Pun saat disodori soal tokoh sejarah asal Kediri yang lumayan familiar di kalangan masyarakat.

Dia sangat fasih menyebutkan nama-nama anggota grup band NCT Dream. Namun sangat kesulitan ketika diminta menyebutkan tokoh dan tarian asal Kediri.

“Na Jaemin, Haechan, Mark Lee, Jisung, Renjun,” sebutnya hanya dalam kurun waktu dua menit. (*)

Editor : Mahfud
#gawai #dolanan anak