Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Solusi yang Diberikan Pemkab dan PDAM Kediri untuk Konflik Pengelolaan Air di Desa-Desa yang Ada di Lereng Kelud

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 20 April 2025 | 04:33 WIB

Konflik pengelolaan air di desa-desa yang ada di lereng Kelud memang pelik. Beberapa kali mediasi yang dilakukan tak mampu mengurai benang kusut persoalan. Akhirnya, solusi yang dibuat adalah berusaha membuat semua senang.

Solusi itu adalah mengembalikan pengelolaan sumber di Sugihwaras kepada desa tersebut. Sedangkan desa-desa lainnya yang sebelum ini bergantung pada sumber tersebut, khususnya Sempu, akan dibuatkan sumur.

“Kami bertanggung jawab memenuhi hak-hak pelanggan akan kebutuhan air di wilayah tersebut (Sempu, Red),” tegas Direktur PDAM Kabupaten Kediri Imawan Waskito.

Sebelum sumur terealisasi, Imawan menegaskan komitmen dengan memberi bantuan air bersih. Diberikan setiap hari ke warga Desa Sempu. Bila nanti sumur sudah terealisasi, dia berharap kebutuhan air bersih warga tercukupi.

"Insya Allah (pengeboran sumur) ada dua titik, Sempu dan di Panceran. Jadi, selesai masalahnya," tegas Imawan.

Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi menambahkan, Pemkab Kediri juga akan memberilan solusi bagi titik lain. Pada 2025 ini, pemkab akan menyertakan modal ke PDAM sebesar Rp 3 miliar untuk pembuatan sumur dalam. Satu sumur anggarannya Rp 750 juta.

"Untuk Desa Babadan dan Ngancar tahun ini  kami bangunkan sumur dalam juga," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia menargetkan tahun ini bisa rampung semua. Pasalnya, sebentar lagi juga masuk musim kemarau.

"Harapannya September selesai," tegasnya.

Terkait dam di Sugihwaras yang dulu diambilalih oleh PDAM, Sukadi mengatakan, bahwa hal itu dikarenakan air yang harus dibagi ke beberapa desa lain. Sehingga, pola pembagian air harus ditata.

"Bukan diambil alih, (namun) karena sumber di Sugihwaras itu untuk dibagi ke Sempu, Babadan dan Ngancar sehingga harus kami tata," kilahnya.

Sukadi mengakui bila pengelolaan itu dikembalikan ke pihak desa setempat. Ini t erjadi karena Sugihwaras mengeluhkan kekurangan air. Pengembalian pengelolaan itu terjadi setelah beberapa kali mediasi.

"Semua pipa milik PDAM akan kami hibahkan ke Desa Sugihwaras. Untuk tiga desa di bawahnya kita buatkan sumur sendiri," jelas Sukadi terkait pemecahan masalah.

Selama pembuatan sumur belum selesai, pemkab juga tak tinggal diam. Seiap hari PDAM akan menyuplai air ke desa-desa tersebut.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkab kediri #ngancar kediri #Lereng kelud #sumber air #Sumber Air Alami