JP Radar Kediri- Mereka yang mendaftar haji lewat jalur reguler harus menunggu lama, hingga belasan tahun. Namun, ketika saatnya tiba sebagian dari calon jemaah haji (CJH) ini justru mengajukan penundaan keberangkatan.
Musim haji tahun ini Kota Kediri mendapat jatah 255 orang. Terdiri 247 jemaah regular dan delapan kuota jemaah lansia. Tapi, tidak semua memastikan berangkat. Puluhan CJH telah mengajukan penundaan keberangkatan.
“Sementara, kemarin, ada 36 orang yang sudah pasti tunda,” ujar Kepala Kankemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni, melalui Staf Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Solihati Qonita.
Mengapa? Bukankah waktu tunggu mereka sudah sangat lama? Qonita menyebut alasannya beragam. Salah satunya interval waktu dengan ibadah haji sebelumnya belum 10 tahun.
Alasan lain? Wanita ini menyebut soal menunggu anggota keluarga di luar negeri hingga faktor prioritas keuangan.
“Ada yang tunda karena anaknya mau masuk sekolah tahun ini. Macam-macam. Ada juga yang karena faktor ekonomi sehingga belum bisa melunasi,” beber Qonita.
Ada lagi yang juga jadi penyebab, yaitu masalah yang lebih rumit. Misalnya karena soal istitha’ah. Yaitu penilaian kemampuan secara jasmani dan rohani.
Berbeda dengan alasan sebelumnya yang sifatnya sukarela, istitha’ah bersifat mutlak bagi calon jemaah.
Hingga pekan lalu, sedikitnya 202 calon jemaah sudah melaksanakan tahapan itu. Praktis, yang tidak bisa istitha’ah juga tidak bisa melakukan pelunasan.
“Ada yang tidak istitha’ah itu karena memang kondisinya sudah tidak memungkinkan. Ada satu orang yang kemarin akhirnya cadangan naik itu karena kondisinya stroke, nggak bisa apa-apa. Dari kesehatan sudah angkat tangan,” ungkap perempuan asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota itu.
Selain itu, beberapa CJH tidak melakukan istitha’ah juga karena alasan sudah meninggal sebelum berangkat haji. Tahun ini, ada tiga CJH Kota Kediri yang gagal berangkat karena meninggal dunia.
“Dari delapan jemaah lansia itu, tiga orang yang sudah meninggal,” terangnya.
Baca Juga: Pemerintah Siap Lindungi Jemaah Haji dan Petugas Haji ke dalam Progam JKN
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kediri. Data Kanmenag setempat menyebut angka 27 orang meninggal.
Mereka yang akan berangkat tahun ini adalah yang telah menunggu selama 13 tahun.
"Yang berangkat ini, yang daftar sekitar Juli 2012," jelas Kepala Kankemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz.
Penyebab CJH meninggal juga beragam. Sakit atau faktor usia. Tapi dia menyebut anggapan mereka meninggal karena waktu tunggu yang lama tidak sepenuhnya benar.
Sebab, masa 13 tahun merupakan waktu yang relatif normal dalam antrean keberangkatan. Bahkan boleh disebut paling cepat.
Selain itu, CJH lansia juga mendapat prioritas. Diberangkatkan lebih awal.
"Untuk jemaah sepuh rata-rata sudah terakomodasi masuk ke kategori lansia. Sepuh bisa berangkat lebih awal, sesuai dengan jemaah yang sudah ditetapkan oleh pusat by name by address," jelasnya.
Tapi, tidak semua CJH lansia bisa berangkat awal. Tergantung dari range usia dan kuota yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
Dua tahun lalu, kategori lansia adalah 85 sampai 119 tahun. Tahun berikutnya, lebih muda dari itu. Sementara untuk tahun ini, bisa jadi lebih muda lagi.
"Itu nanti setiap tahun bergeser terus. Jadi tergantung jemaah lansia yang ada, yang tersisa di situ. Jadi nanti mengikuti terus," jelasnya.
Selain karena wafat, ada pula 27 jemaah yang seharusnya berangkat tidak jadi karena berstatus "tunda". Penyebabnya, dari pihak jemaah yang justru ingin menunda. Bisa jadi karena sakit, tidak bisa membayar, atau alasan lainnya.
"Kalau yang tidak istitha'ah empat atau lima orang. Karena memang tidak bisa aktivitas mandiri atau gagal ginjal stadium akhir dengan cuci darah," imbuh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro.
Sementara itu, Saiful, CJH asal Perumahan Griyatama, Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo yang berangkat tahun ini, mengatakan karena saking lamanya antrean keberangkatan, dia sampai lupa kalau waktunya berangkat haji.
"Saya daftar 2012," jelas laki-laki 60 tahun itu.
Saat awal daftar, sempat ada kekhawatiran di benaknya mengenai waktu keberangkatan yang lama. Karena takut jika saat berangkat ternyata terkendala sehingga tidak bisa pergi ke tanah suci.
"Alhamdulillah bersyukur akhirnya bisa berangkat," jelas CJH yang nanti akan berangkat sendiri itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah