JP Radar Kediri - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan pihaknya selama ini baru melakukan perbaikan minor.
Misalnya apabila terdapat listrik mati ataupu pengecatan beberapa titik saja.
Sementara, apabila perbaikan yang membutuhkan perbaikan terkait infrastruktur, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri.
"Terkait lapangan yang tergenang sudah kami tindak lanjuti bersama dengan dinas PU. Kami lakukan pembersihan dan perbaikan pada saluran pipa," jelas pria yang akrab disapa Imam ini.
Menurutnya, drainase memang kotor. Banyak ditemukan benda seperti botol, batu, dan, tentu saja, tanah yang mengendap.
Rencana perbaikan mayor? Yaitu perbaikan secara menyeluruh? Sejauh ini Imam mengaku belum ada rencana.
"Di 2025 belum ada penganggaran secara mayor," kilahnya.
Bagaimana dengan banjirnya kritikan bahkan hujatan masyarakat terhadap kondisi Stadion Brawijaya? "Kami jadikan kritik dan masukan untuk kami," jawabnya sembari berterima kasih kepada masyarakat.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Yono Heryadi menerangkan bahwa Stadion Brawijaya menjadi kewenangan DLHKP.
Hanya saja, pihaknya siap berkolaborasi untuk melakukan perbaikan. Khususnya untuk perbaikan minor seperti drainase lapangan dan fasilitas lainnya.
"Semoga saja nanti ke depannya dapat masuk sebagai salah satu program di kepemimpinan wali kota baru," harapnya.
Menariknya, pria yang akrab disapa Yono ini juga seorang arsitek. Sayang seribu sayang, dia enggan menyebutkan berapa perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi stadion.
Baca Juga: Panpel Persik Bakal Antisipasi Lampu Mati di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Ini Caranya
Menurutnya, untuk mengetahui kisaran anggaran maka pihaknya harus melakukan perencanaan secara matang terlebih dahulu.
"Konsepnya seperti apa, layak atau tidak. Baru bisa dihitung secara akurat berapa biayanya. Jadi belum bisa dipastikan, apalagi menyangkut anggaran besar. Harus terkonfirmasi secara benar sesuai peraturan dan perundang-undangan," jelasnya.
Mengenai perbaikan lainnya di 2025, Yono mengaku belum ada rencana perbaikan lagi setelah perbaikan drainase.
"Menunggu pelantikan wali kota," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah