Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kediri Raya Jadi Penyumbang Terbanyak ODGJ ke UPT RSBL Butuh Kras, Paling Banyak karena Masalah Asmara dan Ekonomi  

Novanda Nirwana • Senin, 20 Januari 2025 | 21:05 WIB

 

ILUSTRASI Penanganan ODGJ
ILUSTRASI Penanganan ODGJ

KEDIRI, JP Radar Kediri- Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Butuh, Kecamatan Kras tidak pernah sepi penghuni. Saat ini, ada ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tinggal di sana. Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Penyumbang terbanyak berasal dari Kediri Raya. 

“Siaaap graaak!!!,” teriak seorang pria berbadan tegap di hadapan ratusan ODGJ. Pagi itu, Jumat (17/1) sekitar pukul 10.00, mereka baru saja menjalankan aktivitas rutin senam pagi. 

Mengenakan seragam oranye bertuliskan UPT RSBL Kediri, mereka berbaris rapi di depan ruang makan. Tertib. Sambil tersenyum, mereka satu persatu masuk ke ruangan. Sebelum duduk di meja dan kursi panjang, mereka mengambil sarapan yang sudah disiapkan di nampan. 

Pagi itu menunya adalah rawon. Ada kerupuk dan pencuci mulutnya buah semangka. Minumnya teh. Mereka menyantap semua makanan itu dengan lahap.

Baca Juga: Priotitas Daerah yang Belum Pernah Kirim ODGJ, UPT RSBL Butuh Kediri Tambah 45 Kuota untuk Pasien Baru  

ODGJ yang jadi penghuni UPT RSBL saat ini mayoritas berasal dari Kediri Raya. Kepala UPT RSBL Muhammad Yusron Ansori mengatakan, pihaknya memang mengutamakan warga dari Kabupaten dan Kota Kediri yang belum pernah mengirim ODGJ ke UPT RSBL. 

Hal itulah yang membuat Kediri Raya menjadi yang paling banyak menyumbang pasien ODGJ. Kota Kediri ada 19 orang. Sedangkan Kabupaten Kediri sebanyak 29 orang. “Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah,” ujarnya. 

Seperti Dinas Sosial Kota Kediri pada Januari ini mengirim sebelas ODGJ ke lembaga sosial. Mereka dikirim ke Susuhbango, RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Lawang, RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Menur, dan RSBL (Rehabilitasi Sosial Bina Laras) Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Sumarni mengatakan, ODGJ yang dirujuk ke lembaga sosial diprioritaskan bagi yang terlantar. Karena tidak memiliki keluarga atau keluarga jauh. “Itu yang kami utamakan,” kata Sumarni.

Karena jumlahnya mencapai ratusan orang dinsos Kota Kediri mencari alternatif ke panti swasta. Selain ke lembaga sosial, sebagian ODGJ juga ditampung di barak penampungan yang ada di Semampir. Mereka akan tinggal sementara di sana sampai dipertemukan kembali dengan keluarga.

TERTIB: ODGJ di UPT RSBL Butuh berbaris sebelum mengambil jatah makan siang.
TERTIB: ODGJ di UPT RSBL Butuh berbaris sebelum mengambil jatah makan siang.

Lantas apa yang menjadi penyebab banyak ODGJ? Permasalahan berbeda-beda, paling banyak terjadi dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi, asmara, dan hubungan keluarga.

“Kebanyakan karena masa kejayaan yang habis, berebut harta warisan, dan percintaan yang gagal,” ungkap Pekerja Sosial (Peksos) UPT RSBL, Nurullahi Putra. Mereka yang tersandung masalah percintaan biasanya gagal melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan.

Alasannya ada yang tidak direstui. Atau tidak disetujui. Bahkan yang lebih rumit lagi karena adanya perbedaan ekonomi. Mereka yang gagal karena asmara itu bisa lebih mudah diajak untuk komunikasi. 

Sementara, kendala yang selama ini ditemui adalah kesulitan berkomunikasi dengan mereka yang punya problem karena hilang masa kejayaan. Menurut Putra, yang paling sulit adalah ketika mengajak ngobrol, orangnya langsung teringat masa kejayaannya. Karena itu, perlu ada pendampingan khusus dari psikolog.(Hilda Nurmala Risani/Novanda Nirwana)

 
 
 
Editor : rekian