Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Priotitas Daerah yang Belum Pernah Kirim ODGJ, UPT RSBL Butuh Kediri Tambah 45 Kuota untuk Pasien Baru 

Redaksi Radar Kediri • Senin, 20 Januari 2025 | 20:53 WIB
TERTIB: ODGJ di UPT RSBL Butuh berbaris sebelum mengambil jatah makan siang.
TERTIB: ODGJ di UPT RSBL Butuh berbaris sebelum mengambil jatah makan siang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Butuh, Kecamatan Kras bisa menampung lebih banyak ODGJ tahun ini. Itu setelah, Dinas Sosial (Dinsos) Provinisi Jatim menambah ruang baru untuk para pasien. 

Kepala UPT RSBL Muhammad Yusron Ansori mengatakan, semula kuotanya hanya cukup untuk 205 orang. “Sekarang bisa menampung 250 orang,” ujar Yusron. Artinya ada tambahan sebanyak 45 orang. 

Tambahan jumlah untuk ODGJ itu diprioritaskan untuk daerah yang masih zero kasus ODGJ. Yakni kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum pernah mengirim pasien ke UPT RSBL Butuh, Kras, Kabupaten Kediri. 

Dia menambahkan, ODGJ ini untuk menaungi sebanyak 21 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Mereka yang dikirim ke UPT RSBL ini memiliki usia yang beragam. Mulai dari umur belasan tahun hingga puluhan tahun. Paling tua berusia 60 tahun.

Baca Juga: Banyak yang Belum 24 Jam, Puskemas di Kediri Janji Maksimalkan Layanan

Ada yang masih SMP. Tetapi mayoritas berusia 30 tahun. Selain menambah daya tampung, UPT RSBL Butuh juga berupaya meningkatkan pelayanan untuk ODGJ. Selain menyediakan makan terjadwal juga melaksanakan pengawasan saat mengonsumsi obat. 

Dan yang paling penting adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan hingga bimbingan psikolog.

Peksos UPT RSBL Butuh, Nurullah Putra mengatakan, keterampilan yang diberikan untuk pasien ODGJ ini tidak boleh sembarangan. Pematerinya harus ahli di bidangnya. Tidak semua penghuni UPT RSBL bisa menjadi peserta. “Hanya pasien dalam keadaan tenang yang bisa mengikuti pelatihan,” jelas Putra.

Sejauh ini, pelatihan yang diberikan beragam. Misalnya di bidang pertanian ada kegiatan menanam kacang. Lalu bidang kerajinan tangan (handicraft) membuat sapu, kemoceng, dan alas kaki. Ada juga pot, manik-manik, hingga batik celup. Semua diisi oleh ahli yang direkrut secara terbuka. Termasuk pula di bidang pertukangan, yakni membuat batako dan paving.

Untuk paving dan batako digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Sedangkan yang dikomersialkan hanya tanaman kacang.(hilda nurmala risan)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#UPT RSBL Butuh #kras #kerajinan #pelatihan #odgj