Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kini Blantik Sudah Banyak Merambah ke Dunia Media Sosial

Habibaham Anisa Muktiara • Sabtu, 4 Januari 2025 | 16:00 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sudah dua setengah tahun lebih Muhsin menjadi blantik kambing. Karena itu, pekerjaan ini menjadi sandaran utamanya dalam mencari nafkah.

Tak heran bila dia sangat hafal dengan situasi pasar hewan yang ada di Kediri dan sekitarnya.

Bukan hanya hafal dengan suasana pasar-pasar hewan, cara berpakaian Muhsin juga sangat khas blantik. Terutama topi laken, topi koboi, yang tak pernah lepas dari kepalanya.

“Ya memang identiknya blantik seperti ini (pakai topi koboi, Red). Hampir semuanya memakai,” jawab Muhsin, ketika ditanya perihal ciri khas tersebut.

Awalnya, pria asal Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini bekerja sendirian. Namun, lama-lama dia merasa bekerja berkelompok lebih mudah.

Apalagi, harga kambing di pasar sangat ditentukan oleh tawar-menawar. Karena itu, lebih enak bila dilakukan berkelompok.

“Biasanya dua hingga lima orang,” jelas Muhsin, sambil membetulkan letak topi koboi bermotif doreng.

Atau, kadang, dia diminta untuk mencarikan kambing. Bila seperti ini, maka dia akan membeli lebih dulu kambing tersebut dari pedagang. Baru kemudian dia jual ke pemesan.

Menurutnya, peran blantik tetap dominan hingga saat ini. Meskipun jual beli sudah memanfaatkan teknologi.

Hal itu tak lepas dari pengalaman dan kemampuan blantik dalam menawarkan dagangan. Lebih-lebih, para blantik seperti dirinya membekali diri dengan relasi yang luas.

Sedikit berbeda dengan yang dilakukan oleh Rizal Affdillah, blantik sapi asal Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Dia justru jarang ke pasar hewan. Melainkan datang langsung ke peternak. Mencari hewan berdasarkan pesanan dari calon pembeli yang memintanya.

 Baca Juga: Begini Kesibukan Kampung Inggris Pare Kediri ketika Liburan Anak Sekolah Tiba

Pria 26 tahun ini juga memanfaatkan jaringan yang dia miliki. Bila ada pesanan hewan, Rizal segera menghubungi beberapa orang informan.

Biasanya, sang informan akan mengiriminya foto atau video hewan yang ditawarkan.

Setelah mendapatkan informasi itu, Rizal segera mengecek. Bila berminat dia akan melakukan tawar-menawar dengan pemilik. Bila deal, sang informan itu juga akan dapat komisi.

“Saya beri Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Bergantung sejauh apa lokasinya,” terangnya.

Hasil yang didapat Rizal juga tak sedikit. Bapak satu anak ini bisa untung Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per ekornya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #harga hewan ternak #Blantik #Blantik sapi #jual beli hewan #jawa pos