Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lika-Liku Kehidupan Blantik di Kediri Yang Bisa Bikin Harga Jual Hewan Ternak Naik

Habibaham Anisa Muktiara • Sabtu, 4 Januari 2025 | 16:05 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Belum dingin mesin pikap yang masuk ke Pasar Hewan Muning. Namun, segerombolan orang segera mengerumuni.

Membantu menurunkan belasan kambing yang diangkut oleh kendaraan bak terbuka itu.

“Kalau menjual sendiri malah kewalahan. Jadi, blantik-blantik itu sangat membantu,” ucap pria yang ada di balik kemudi kendaraan Mitsibishi L300 itu.

Pria itu bernama Rida. Penjual kambing yang tiap pasaran Pahing dan Wage selalu selalu ke pasar ini. Karena memang waktu buka pasar hewan di Jalan Raung, Kota Kediri ini setiap hari pasaran tersebut.

Sedangkan pria-pria yang bergerombol dan membantu menurunkan dagangannya tersebut adalah para blantik. Istilah bagi makelar jual beli hewan.

"Kadang ada yang langsung dibeli sama blantiknya. Tapi banyak yang hanya bantu menjual,” lanjut pria 35 tahun ini.

Uniknya, seringkali dia tak mengenal para blantik tersebut sebelumnya. Toh, tak pernah ada tindakan curang yang dilakukan.

Seperti membawa lari si kambing. Tak jarang dia lupa ada kambing yang tertinggal. Hingga si blantik yang mengingatkan.

 Baca Juga: Sosok Nabila Rasyidah Pribadi, Duta Genre Kabupaten Kediri 2023

“Ketika sampai rumah ada chat dari blantik yang bilang wedusmu tak gawa iki (kambingmu tak bawa, Red),” cerita pedagang dari Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri ini.

Bagaimana soal harga? Menurut Rida, harga dasar kambing sudah dia patok. Si blantik tentu saja akan menjual lebih tinggi.

Kadang, ada yang terjual lebih murah dari yang dia tetapkan. Bila seperti ini, blantik-blantik akan berdiskusi lebih dulu dengan dirinya.

“Meskipun terjual lebih murah, ya tetep (blantiknya) saya beri persenan (komisi, Red). Itung-itung tanda terima kasih telah bantu menjual,” aku pria yang memilih keluar dari pekerjaan di bank dan ganti menjadi pedagang hewan ini.

Harus diakui, meskipun sudah era digital seperti sekarang ini, peran blantik seperti itu masih sangat kuat. Terutama di pasar-pasar hewan tradisional.

Bahkan, sangat mendominasi dalam alur jual-beli hewan.

Dengan sigap para blantik itu akan membawa hewan milik pedagang berkeliling pasar. Menawarkan ke setiap pengunjung yang berniat membeli.

 Baca Juga: Kini Blantik Sudah Banyak Merambah ke Dunia Media Sosial

Tentu diwarnai dengan trik tawar-menawar serta ‘drama’ antara para blantik dan pembeli.

Para blantik ini tidak bekerja seorang diri. Melainkan berkelompok. Mereka pun membagi tugasnya dengan baik. Bahkan, ada yang berpura-pura menjadi pembeli.

Dengan menawar di harga tertentu. Agar pembeli yang sebenarnya jadi terpengaruh. Serta menaikkan penawaran di atas blantik yang pura-pura jadi pembeli itu.

“Misalnya (blantiknya) lima orang. Yang empat ikut menawar. Agar pembeli tak menawar di bawah itu,” kata Muhsin, blantik kambing asal Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Muhsin kemudian memberi contoh, bila patokan harga kambing dari pedagang Rp 2 juta, maka blantik yang pura-pura beli tadi menawar Rp 1,9 juta.

“Kalau seperti itu kan tidak mungkin pembeli (sebenarnya) menawar di bawah harga itu,” terangnya.

 Baca Juga: Inilah Deretan Pelaku Usaha di Kampung Inggris Pare Kediri yang Ikut Ketiban Pulung saat Liburan Datang

Memanfaatkan jasa blantik dimanfaatkan oleh hampir semua pedagang hewan. Termasuk oleh Ika Yuyun Tyas, pedagang sapi perah asal Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Meskipun, dari sisi koneksi dia sudah memiliki. Namun, tetap saja dia butuh para blantik yang juga dia sebut sebagai penampar itu. Terutama bila sapi yang dia jual jumlahnya banyak.

“Biasanya yang berhasil menjualkan saya beri Rp 150 ribu. Atau tergantung sapi tersebut terjual target atau tidak (sesuai patokan harga, Red),” terangnya.

Bahkan, mereka yang memberi informasi pun akan dia beri persenan. Besarnya, dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.

“Tergantung berapa untungnya,” kata wanita lulusan Fakultas Pertanian Universitas Airlangga ini. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #harga hewan ternak #Blantik #Blantik sapi #hewan ternak #jawa pos #kota kediri