Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Deretan Pelaku Usaha di Kampung Inggris Pare Kediri yang Ikut Ketiban Pulung saat Liburan Datang

Novanda Nirwana • Senin, 30 Desember 2024 | 16:09 WIB
SENTRA BAHASA: Siswa menggunakan sepeda pancal untuk berkeliling Kampung Inggris Pare.
SENTRA BAHASA: Siswa menggunakan sepeda pancal untuk berkeliling Kampung Inggris Pare.

JP RADAR KEDIRI- Ketika yang belajar di Kampung Inggris meningkat saat liburan seperti ini, yang untung tak hanya lembaga kursus. Sektor usaha non-formal yang jadi pendukung geliat kehidupan Kampung Inggris pun ketiban pulung.

Mulai warung makan, toko-toko suvenir, hingga tempat persewaan sepeda mengalami peningkatan omset.

“Kalau hari biasa seharinya (habis) 300 porsi. Kalau musim libur gini bisa naik dua sampai tiga kali lipat,” kata Atta,  pemilik warung makan Wakapo di Jalan Anyelir.

Di warung milik pemuda ini, sistemnya prasmanan. Pengunjung bisa ambil sendiri. Sehingga bisa menyesuaikan dengan budget pembeli.

“Harganya juga sesuai dengan pelajar, tidak mahal,” ucapnya.

Baginya, pertumbuhan positif Kampung Inggris seperti sekarang ini sangat menggembirakan.

Setidaknya, jadi titik balik setelah para pelaku usaha luluh lantak saat pandemi. Ketika banyak yang terpaksa gulung tikar.

"Ini sudah mulai kembali seperti sebelum pandemi," jelas pria 45 tahun itu.

Selain warung makan, ada juga pemilik persewaan sepeda yang turut merasakan dampak baik ketika liburan tiba.

Agus, pemilik salah satu usaha persewaan sepeda di Jalan Brawijaya mengaku mengalami peningkatan penghasilan ketika liburan seperti ini.

“Biasanya ada yang rombongan jadi gurunya. Yang sewa atau per individu juga ada," jelas Agus.

Untuk sewa sepeda onthel  untuk per 1 minggu membayar Rp 25 ribu. Bila dua minggu harganya jadi Rp 40 ribu.

Menurutnya, ketika liburan seperti ini banyak siswa dari berbagai daerah berdatangan.

Kemudian di waktu senggang mereka berkeliling Kota Pare dengan gowes bareng.

Dalam satu hari, kata Agus, rata-rata jumlah penyewa pada masa hari biasa adalah hanya sekitar 5 hingga 20 orang.

Sementara pada masa liburan, stok sepeda 300-an yang ia miliki sampai habis.

Meskipun banyak sekali sepeda yang beredar, tidak membuat pemiliknya takut tertukar sebab setiap sepeda diberi tanda khusus.

“Faktor keamanan tetap utama, dengan mengetahui siswa penyewa berasal dari kursusan mana. Kalau hilang ya itu risikonya bisnis," tawanya.

Kepala Desa Tulungrejo Nur Khasan, yakin Kampung Inggris masih akan ramai dikunjungi banyak wisatawan domestik.

Itu terlihat dari banyaknya lembaga bimbingan belajar yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Demikian juga jumlah pengunjung yang datang untuk menimba ilmu.

"Kami ambil hikmahnya. Kami bersyukur banget ketika liburan seperti ini," ucap Nur.

Menurut Nur dengan adanya peningkatan tersebut menjadi ladang pendapatan untuk masyarakat sekitar. Terlebih di sektor makanan dan jasa semua mengalami peningkatan pendapatan.

"Yang kami harapkan memang seperti ini. Sehingga pedagang kaki lima, jasa rental, kos-kosan, warung, toko semua itu ngefek," tandasnya.

Ke depan, ia berharap, wisata edukasi Kampung Inggris bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #belajar #peningkatan omset #kampung inggris #pare kediri #liburan #jawapos