JP Radar Kediri - Titis Kusuma Dewi tidak pernah menyangka bisa menjadi duta generasi berencana (genre). Berawal dari iseng masuk ekstrakurikuler pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R), remaja asal Desa Gadungan, Puncu terpanggil ketika temannya hamil karena terjerumus pergaulan bebas.
Itulah alasan awal Titis -sapaan Titis Kusuma Dewi- terpanggil untuk aktif menjalani misi mulia sebagai Duta Genre Kabupaten Kediri 2024.
Bagi Titis, aktif sebagai Duta Genre atau PIK-R di sekolah tidak hanya sekadar menambah wawasan dan pengalamannya. Ada misi mulia yang dia perjuangkan untuk membawa generasipik muda di Kabupaten Kediri bisa menjadi lebih baik.
Hatinya teriris ketika mendengar banyak pengajuan dispensasi kawin di Pengadilan Agama. Pernikahan anak yang didominasi karena hamil itu menjadi tantangan berat bagi Titis yang kini didaulat menjadi Duta Genre.
Gadis yang saat ini duduk di bangku kelas XI di SMA Negeri 2 Pare ini ingin mengajak anak-anak sebayanya untuk menjadi generasi tangguh.
Di tengah gempuran informasi yang tidak terbatas dan serba cepat. Menjadikan anak-anak muda sebayanya bisa menyerap informasi apa saja yang negatif.
Misalnya tindak kekerasan seperti tawuran hingga pergaulan seks bebas.
Tantangan untuk menyadarkan teman sebayanya itu tidaklah mudah. Mereka terkadang tidak peduli dengan isu-isu remaja.
Masalah ini yang membuat mereka bisa terjerumus pada tindakan negatif. Ketika Titis dan teman-temannya di Genre hendak melakukan konseling, tidak jarang mereka disebut sebagai remaja yang naif. Bahkan disebut sebagai anak-anak yang kurang pergaulan (kuper).
Meski berat, Titis terus berupaya melakukan pendekatan. Dia berupaya melakukan edukasi kepada teman sebaya yang dianggap perlu pendampingan.
Salah satu cara yang dia lakukan adalah dengan menjadi figur teman yang bisa diajak sharing. Kebanyakan teman-temannya tidak akan mau mendengar jika pendekatannya seperti menasehati atau menggurui.
Beruntung, Titis punya bekal yang cukup mumpuni. Dara kelahiran 2006 itu mulai menekuni bidang kesehatan remaja itu sejak kelas VII SMPN 2 Pare.
Saat itu dia bergabung di ekstrakurikuler PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja). “Awalnya penasaran,” akunya.
Namun setelah dijalani, dia mendapat banyak sekali ilmu pengetahuan berkaitan dengan kesehatan remaja.
Tidak hanya bisa membentengi dirinya dari pergaulan bebas, dia juga memahami materi tentang kesehatan reproduksi. Serta bahayanya pernikahan dini bagi kesehatan.
“Banyak sekali pernikahan dini, mereka seharusnya menikmati masa remaja,” aku anak dari pasutri Rahmad Subur dan Wiji Astutik. Titis berkomitmen mengajak generasi muda agar tidak terjerumus pergaulan bebas yang bisa merusak generasi masa depan.
Titis mengatakan, menyelamatkan generasi masa depan bangsa ini bukan hanya tugas Duta Genre dan kawan-kawannya di PIK-R.
Anak bungsu dari tiga bersaudara itu mengatakan, butuh dukungan semua lapisan masyarakat. Yang paling utama adalah dari keluarga.
“Saya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada teman sebaya,” ucapnya sekaligus aktif menjadi relawan di kegiatan sosial.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah