Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Omzet Warung Madura di Kediri Tembus 4 Juta Sehari

Emilia Susanti • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:17 WIB

 

Wahed saat menjaga toko Warung Madura di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri.
Wahed saat menjaga toko Warung Madura di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Warung Madura punya ciri khas buka 24 jam. Meski bentuknya minimalis, barang yang disediakan terbilang komplet untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan warung ini juga membuka bahan bakar minyak (BBM) pertalite berupa pom mini. 

Lokasi yang strategis di pinggir jalan raya membuat warung ini menjadi jujukan pembeli saat malam hari. Karakter tersebut menjadi kelebihan bagi Warung Madura yang kini eksis di kota-kota besar. Seperti Surabaya dan Jakarta. 

Menariknya, warung 24 jam itu kini mulai menjamur di kota-kota kecil. Salah satunya di Kediri. Mampu bertahan bertahun-tahun, warung ini mampu meraup omzet yang menggiurkan. Wahed, 23, penjaga Warung Madura di Jalan Joyoboyo, Kelurahan Kemasan, Kota Kediri mengaku, perputaran uang dalam sehari mencapai jutaan rupiah. Antara Rp 3 juta hingga tembus Rp 4 juta selama 24 jam.

“Kalau warungnya lebih besar mungkin bisa sampai Rp 10 juta,” akunya. Dia menyebutkan, barang dagangan yang laku keras adalah rokok. Kemudian minuman dan bahan bakar minyak. Setelah itu barang lainnya seperti elpiji, galon, dan snack.

  Baca Juga: Liputan Khusus: Pemilik Toko Madura 24 Jam Berdagang di Keramaian untuk Menghindari Kejahatan

Penjaga warung seperti Wahed  bukanlah pemiliknya langsung. Statusnya hanya sebagai pekerja. Tugasnya, menjaga toko. Kebetulan dia berpartner dengan Kia, sang istri. Agar bisa buka 24 jam, keduanya bekerjasama membagi waktu untuk menjaga toko agar bisa melayani pembeli selama 24 jam.

“Saya biasanya pagi sampai siang. Setelah itu ganti suami saya sampai sore. Setelah itu, saya lagi sampai sekitar jam sebelas malam, lalu ganti lagi suami saya sampai pagi,” ucap Kia saat menjelaskan sistem shift yang dilakukan menjaga Warung Madura.

Sementara, untuk pembelian stok biasanya dilakukan Wahed. Barang-barangnya di-supply dari agen-agen yang sudah ada di Kota Kediri. “Ada yang ambil ke agen, tetapi ada juga sales yang ke sini,” jelasnya.

Menariknya, waktu kerjanya fleksibel. Tak ada perjanjian hitam di atas putih karena pekerjaan itu dilakukan atas dasar kepercayaan. Pasalnya, pemilik biasanya masih kerabat sendiri.

“Saya mungkin di sini 2 – 3 bulan. Nanti pulang dulu, tetapi kalau mau jaga di sini (warung, red) ya tetap bisa. Ngomong sama pemiliknya,” jelas Wahed.

Informasi yang dihimpun koran, gaji yang mereka dapatkan tidak selalu sama setiap bulannya. Tergantung dari omzet mereka dalam satu bulan. Hal itu disebabkan karena sistem gajinya menerapkan bagi hasil.

Penjaga toko akan menghitung penjualan kotornya selama 24 jam, lalu sepuluh persennya akan disimpan. Kemudian, simpanan yang berhasil dikumpulkan dalam satu bulan akan ditotal. 

Selanjutnya, dari hasil tersebut akan dikurangi untuk iuran kontrakan kios. Barulah, sisa tersebut akan dibagi rata antara penjaga dan pemilik warung. Dengan penghitungan tersebut, misal dalam satu hari mendapat Rp 3 juta, maka dalam satu bulan akan tercatat Rp 90 juta. 

Sepuluh persennya menjadi Rp 9 juta tersebut. Misalnya dalam satu bulan iuran untuk membayar kontrak sebesar Rp 3 juta maka akan tersisa Rp 6 juta. Sehingga, Rp 3 juta untuk pedagang toko dan Rp 3 juta untuk penjaga toko.

Karena itu semakin besar keuntungan yang diberikan maka gaji yang mereka terima pun akan semakin besar. Di samping itu, penjaga toko juga diuntungkan karena mereka bisa diberi pilihan seberapa lama mereka bisa bekerja. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#warung #radar kediri #buka 24 jam #omset #warung madura #Toko Madura #penjualan #jawa pos