KEDIRI, JP Radar Kediri - Mayoritas warga keturunan Tionghoa bergelut di bidang bisnis. Tak terkecuali dua orang ini. Namun, pada perkembangannya, mereka juga menekuni bidang lain.
Boleh disebut, Yap Swie Lay adalah satu dari sedikit warga keturunan di Kediri yang bisa disebut budayawan. Pria kelahiran 1945 ini memiliki pengetahuan sejarah yang mumpuni.
Yang itu sebagian besar diperoleh dari pengalaman hidupnya.
Pria bernama Indonesia Sunaryo ini punya ayah yang warga Tiongkok asli. Sang ayah, Yap Boen Shiong, masuk ke Kediri pada 1930.
“Saya keturunan asli Tiongkok,” katanya.
Bukan tanpa alasan Sunaryo tertarik sejarah. Terutama sejarah warga Tionghoa di Kota Kediri.
Menurutnya, proses mengingat sejarah adalah hal wajib dilakukan oleh keturunan Tionghoa.
Pengalamannya itu pun diperkuat ketika dia menjadi pengurus di Klenteng Tjoe Hwie Kiong. Kegiatan itu dilakukan sembari dirinya menjadi pedagang di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren.
Namun sekitar tiga tahun lalu dia memilih tak lagi meneruskan bisnisnya. Namun di usianya yang tak lagi muda, Yap Swie Lay masih aktif menjadi narasumber di beberapa forum. Terutama untuk menjelaskan sejarah warga Tionghoa secara umum atau khusus yang berada di Kota Kediri.
“Setiap tahun, menjelang Imlek, pasti banyak yang datang ke saya untuk minta wawancara,” ucapnya.
Beda lagi dengan Bambang Giantoro. Pria keturunan yang lahir 24 April 1962 ini mulanya terjun sebagai pedagang. Bahkan, hingga saat ini, usahanya tergolong menggurita di Jalan Pattimura Kota Kediri, yang merupakan sentra bisnis.
Bambang menyebut, dia membangun bisnisnya melalui sistem yang terstruktur. Agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Terutama mengurangi pengangguran dan mengangkat perekonomian warga sekitarnya.
"Awal bisnis ya masih kecil. Terus berusaha pokoknya, jangan menyerah," ujarnya.
Dalam perkembangannya, dia memilih terjun ke politik. Bahkan menjadi anggota DPRD Kota Kediri periode 2019-2024. Pemilu tahun ini dia pun kembali mengajukan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) di dapil yang sama seperti dulu, Kecamatan Kota.
Mengapa berminat menerjuni politik? Bambang berdalih untuk memberi manfaat kepada orang lain dengan skala yang lebih besar harus melalui kebijakan-kebijakan. Terutama yang substansinya menguntungkan orang banyak.
"Jadi di sini saya mau menjadi orang yang bermanfat bagi orang banyak tanpa memandang etnis atau kelompok tertentu," tegasnya.
Dengan pengalaman menjadi anggota DPRD Kota Kediri, Bambang banyak menyalurkan bantuan bagi masyarakat. Baik untuk panti asuhan, panti jompo, bantuan alat kesehatan, bantuan perbaikan tempat ibadah, bantuan masyarakat kurang mampu, bantuan sarana kepemudaan, dan masih banyak lainnya sesaui kebutuhan masyarakat.
"Semua berjalan dengan baik dan terukur," tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri ini.
Di momentum Imlek 2575 ini, dia berharap bisa memberi pengaruh besar. Serta memberi keuntungan bagi banyak orang. Tak hanya untuk warga keturunan tapi juga seluruh masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah