Pelanggaran asusila tidak hanya terjadi di tempat-tempat kumuh. Juga menyentuh hotel-hotel berbintang. Tentu, beda tempat beda juga kelasnya. Meski begitu, treatment-nya berbeda saat bicara soal hotel ternama.
Selama ini, banyak razia penertiban oleh satpol PP yang hanya menyasar penginapan murah. Sebut saja, kos-kosan short time atau homestay. Atau, masyarakat banyak menyebutnya dengan hotel melati.
Di sana, tidak hanya pasangan di luar nikah yang banyak ditemui. Melainkan juga pelaku prostitusi yang banyak melakukan transaksi. Sehingga sering kali jadi sasaran empuk penertiban oleh aparat penegak peraturan daerah (perda).
Lalu, bagaimana dengan hotel-hotel bintang tiga ke atas? Yang disinyalir juga tak lepas dari aktivitas prostitusi?
Menurut Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko, mereka juga tak lepas tangan dengan potensi asusila di hotel-hotel ternama. Namun begitu, menurut Agus pengawasan sudah lebih dulu dilakukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
“Seperti di awal 2015 kami pernah menyasar hotel-hotel yang ternama. Tapi sekarang, hotel kan sudah by online ya. Jadi PHRI juga nggak tinggal diam,” ujar Agus.
Dia mengakui pengawasan satpol PP lebih banyak mengarah pada hotel-hotel melati. Sebab, pengelolaan yang masih konvensional turut meningkatkan risiko penyalahgunaan oleh pihak manajemen penginapan. Pun, dengan pengguna jasa penginapan.
“Jadi sasaran kami memang di hotel melati karena mereka belum masuk ke online. Tapi untuk hotel ternama, pengawasan dari PHRI ketat sekali,” imbuhnya sembari menambahkan, sejauh ini belum ada keluhan penyalahgunaan di hotel berbintang.
Namun begitu, menurut Agus tetap tidak menutup kemungkinan hotel berbintang disalahgunakan sebagai tempat prostitusi. Sebagaimana dulu waktu personel dari Polda Jatim melakukan razia di sejumlah hotel ternama di Kota Kediri dan berhasil merazia sejumlah wanita pekerja seks (WPS).
“Karena sekarang orang itu pintar. Kadang mikirnya, aku tak main di hotel yang mahal. Pasti tidak akan tersentuh. Eh, ternyata justru polda yang datang,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah