Berkali-kali razia dilakukan aparat hukum di Kota Kediri. Faktanya, mereka yang terjaring banyak yang beralamat luar kota. Menjadi faktor penyulit mengurai maraknya prostitusi.
Berdasarkan giat penertiban masyarakat yang acap kali dilaksanakan oleh berbagai pihak, terungkap fakta mengejutkan. Bahwa, mayoritas wanita pekerja seks (WPS) yang terjaring justru berasal dari luar kota.
Maklum, barangkali memulai karir di ‘dunia malam’ dinilai lebih aman dan nyaman jika dilakukan di mana saja selain kota asal. Seperti halnya beberapa waktu lalu, tepatnya pada Februari 2023, saat jajaran Polres Kediri Kota melakukan razia di sebuah hotel.
“Tahun ini ada empat perempuan dari Bandung yang pernah terjaring,” ujar Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Sumarni.
Yang memprihatinkan, beberapa di antaranya merupakan anak di bawah umur. Menurut Sumarni, WPS domisili Jawa Timur yang terjaring razia biasanya akan langsung dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (RSBKW) Kediri. Lembaga rehabilitasi di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jatim. Namun, treatment-nya akan berbeda jika yang mereka merupakan anak di bawah umur.
“Karena diduga anak di bawah umur, dari PPA langsung dirujuk ke DP3AP2KB, di bidang perlindungan perempuan dan anak. Setelah itu, dibawa ke rumah aman,” urainya.
Perempuan yang akrab disapa Marni itu menceritakan, saat terjaring pada Februari lalu, salah satunya baru berusia 17 tahun. Saat terjaring polisi, ia bersama rekan sesama WPS lainnya yang juga berasal dari kota yang sama.
“Saat ditanya, pengakuannya karena di Kota Kediri ‘pasarnya’ ramai,” imbuhnya.
Barangkali itu memang pendapat para pendatang saat bergelut di dunia esek-esek Kota Kediri. Sebab, menurut Sumarni, cakupan pekerja seks komersial domilisi dalam kota yang terjaring razia sangat jarang. Mereka yang kini tidak terlokalisasi membuat pemda kesulitan melakukan pendataan. Di lain sisi, mustahil untuk melabeli seseorang sebagai WPS saat ruang lingkupnya semakin luas dan tak terawasi.
“Kalau ditanya data WPS, kita enggak punya. Tapi kalau yang terselubung, nggak karu-karuan,” pungkasnya
Editor : Anwar Bahar Basalamah