Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Prostitusi Kota Kediri: Susah kalau Hanya Disuruh Tobat

Karen Wibi • Selasa, 19 September 2023 | 18:04 WIB

 

Photo
Photo

Perlu upaya keras mengajak PSK kembali ke kehidupan normal. Paling ampuh dengan membekali mereka keterampilan. Agar setelah keluar dari dunia malam punya bekal mendapatkan penghasilan.

“Kalau hanya disuruh tobat ya susah. Paling tidak harus diberi keterampilan,” kata Ikke Pradasari. Ketua Persatuan Waria Kediri Raya (Perkawa) ini berujar, sebenarnya banyak pekerja seks komersial (PSK) yang ingin meninggalkan jalan yang dia tempuh selama ini. Terutama yang usianya sudah lanjut. Sayang, banyak dari mereka yang tidak tahu cara bertobat.

Wajar saja, selama bertahun-tahun para PSK bergelut dalam dunia esek-esek. Akhirnya punya ketergantungan yang kuat secara finansial. Mereka tak mampu lagi bekerja selain sebagai  kupu-kupu malam. Karena itu, ada yang sempat bertobat. Tapi hanya sementara waktu karena mereka kembali lagi menjadi penjaja seks. Setelah dia tak bisa mendapatkan pekerjaan baru.

Menurut Ikke, masalah tersebut dialami oleh ratusan PSK di Kota Kediri. Karena itu, harus ada upaya berkelanjutan bila ingin mengentaskan mereka dari lembah hitam. Baik itu melalui pelatihan keterampilan khusus yang bisa mereka gunakan ketika hidup normal nanti.

Ikke kemudian menyebut, di Perwaka banyak pelatihan yang ditawarkan. Namun yang paling laris adalah salon kecantikan. Dia mengatakan terhitung PSK yang sempat dia latih yang berujung sungguh-sungguh bertobat.

“Jangan cuma meminta untuk bertobat. Tapi harus ada solusi agar mereka tak kembali ke dunia prostitusi,” sambungnya.

Namun, meskipun sudah mendapat pelatihan, Ikke mengakui tak sedikit yang kembali ke dunia prostitusi. Bila menemukan yang seperti ini dia akan terus melakukan pendekatan. Mencari akar masalah yang menyebabkan PSK tersebut sulit bertobat. Jika sudah ketemu  persoalannya, Ikke melalui Perwaka akan memberi bantuan.

“Paling banyak yang dikeluhkan adalah modal. Kalau sangat dibutuhkan, kami akan memberi,” sambungnya.

Terpisah, AS, salah satu PSK di Kota Kediri menyebut jika banyak alasan mengapa para kupu-kup malam itu enggan untuk bertaubat. Salah satunya adalah ketergantungan dengan pekerjaannya menjadi wanita penghibur. Maklum saja, menjadi PSK adalah pekerjaan yang sangat mudah. Tak perlu modal dan tenaga yang banyak. Sedangkan untuk untung, sudah tak perlu ditanya lagi.

“Kalau sudah lama enak jadi PSK terus disuruh kerja bayaran kecil pasti kaget. Pasti tidak mau,” alasannya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tobat #lipsus #psk #prostitusi