Antrean Resah
konon, puisi lahir
dari persetubuhan resah dan aku
aku dan resah
resahku ...
maka, terlihat di sana
puisi-puisi begitu panjang mengantre. menanti.
berlarik-larik di bawah terik
perlahan menggeser sabar
meraup ganjaran dari penantian
ini kisah tentang kereta
yang terlambat mengantar penumpangnya
sebab rel miliknya masih diasah
agar kelak dapat melaju tanpa luka-luka
meski puisi-puisi itu mendekap tabah
nampak di sana tak henti-hentinya juga
ia menengadah di atas
sajadah pertamina
Bondowoso, 2025
Rumah Duka
rumah paling nyaman ini
tak hentinya menebar kabar duka
sesekali di dapur
terdengar tikus grasah-grusuh
entah apa yang diburu
padahal kantong beras masih kosong
gula yang ada pun
belum sempat kucicipi
gusti,
aku hanya ingin bermain, berlari
melayangkan mimpi-mimpi
sesekali berseru tanpa mengeluh
menanti anginmu berderu
lantas mengimani
entah layanganku tetap
terkatung-katung di udara rumah
atau putus atas tipisnya benang takdir ini
Bondowoso, 2025
Yang Dilukai
saban hari tiap langkahku adalah pertanyaan
seperti kaki yang bersuara lantang
mengapa sepanjang yang ditapaki
masih saja penuh lubang?
sedang di seberang
tukang-tukang sibuk menambal jalan
seperti mengucap maaf pada hati yang terlukai
nampak pulih dalam pandangan
namun sepanjang perjalanan
terasa gundukan tak terlupakan
"aspal ini pernah dilukai"
dilukai olehmu
yang meraup rakus selaiknya tikus
seperti kabar di wajah-wajah media pekan lalu
segerombolanmu yang kotor itu
mulai tersapu
dipilah dari ruang suci
yang sungguh tak pantas untukmu
Bondowoso, 2025
Melihat Suara
telinga ditabuh
bola besar terasa memantul
menembus ruang gendang
para pemuja sebut ini seni
kusebut juga seni
: seni mengubah raut wajah rumah
dari kacanya yang bergetar
hingga pecah
seolah ingin menutup telinga
tak mengerti aku
susunan balok yang seyogyanya didengar
kini juga jadi tontonan
aku pun tersadar
suara bukan lagi untuk didengar
namun bisa dilihat
Bondowoso, 2025
Bio Singkat :
Sukron Hidayat, penyair asal Bondowoso. Puisi-puisinya termuat di beberapa media cetak maupun online. Puisinya juga terhimpun dalam sejumlah buku antologi puisi bersama. Sekarang ia mengabdikan diri di PC IPNU Bondowoso sebagai Direktur LPP (Lembaga Pers dan Penerbitan).
Editor : Mahfud