KABUPATEN, JP Radar Kediri – Peringatan satu tahun meninggalnya sosok budayawan dan sejarawan Agus Sunyoto diwarnai dengan peluncuran buku biografi sang tokoh. Buku berjudul ‘Kyai Ngabehi Agus Sunyoto, Sahabat dan Guruku’ itu ditulis oleh mantan wartawan Jawa Pos Abu Muslich. Acara peluncuran berlangsung di Pondok Balong, Ringinrejo, tempat dimakamkannya mantan ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU tersebut.
Menurut sang penulis, buku ini merangkum kisah-kisah Agus Sunyoto selama hidupnya. Terutama yang dia ketahui langsung selama bertahun-tahun menjadi sahabat sekaligus murid.
“Seperti cerita beliau yang 24 jam nonstop belajar tasawuf dam membahasnya,” jelas Abu.
Menurutnya, banyak kisah hidup Agus Sunyoto yang bisa menjadi teladan. Termasuk cerita-cerita nyata yang seperti dongeng, terkadang tak masuk di akal.
Selama 30 tahun bersahabat dengan Agus Sunyoto, Abu mengatakan sering melihat hal-hal yang nyaris tidak masuk akal. Dan itu dia lihat dan rasakan dengan mata dan kepala langsung.
“Dari situlah ada rasa ingin mengangkat perjalanan hidup beliau,” tegasnya, menyebut alasan membuat buku tersebut.
Di Nahdlatul Ulama (NU) sosok Agus Sunyoto juga termasuk yang berpengaruh luas. Upayanya ‘menghidupkan’ kembali Lesbumi adalah salah satu jasa besarnya. Dia pula yang ikut melakukan pengaderan pada pemuda-pemuda NU. Tidak hanya secara formal, namun juga informal.
Salah satunya adalah dengan memberikan wawasan yang luas terkait berbagai ideologi di dunia. Mampu menjelaskan hubungan Indonesia dengan dunia. Serta bagaimana seorang NU harus bersikap karena menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Dalam bukunya itu, Abu Muslich juga bercerita tentang sosok Agus Sunyoto sepenuhnya. Tentang sisi kedermawanannya. Juga tentang pemikiran-pemikiran serta perjuangannya terutama dari sisi kemanusiaan.
“Perjuangan dan peninggalan beliau inilah yang, mungkin, bisa diteladani oleh para murid-muridnya di masa yang akan datang,” terang Abu Muslich.
Acara peluncuran buku tadi malam dilakukan bersamaan dengan haul sang tokoh. Berlangsung usai salat tarawih, acara dihadiri juga oleh Ketua Lesbumi PBNU KH Jadul Maula serta pengurus Lesbumi PBNU pusat, keluarga Agus Sunyoto, dan sahabat serta rekan-rekannya semasa hidup. (syi/fud)
Editor : adi nugroho